EkonomiNasionalSumedang

Kadin Impact Award Realisasikan Program Cakra Desa di Sumedang

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian masih menjadi salah satu kunci penting bagi peningkatan perekonomian Indonesia. Mengingat, saat ini sektor pertanian memberikan 12,4 persen kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan daerah.

Olehsebab itu, sebagai salah satu bentuk perhatian dan komitmen Kadin Indonesia bagi pengembangan ekonomi daerah, maka diselenggarakan program Kadin Impact Award yang selain dimaksudkan untuk mengapresiasi program-program berdampak ekonomi yang diselenggarakan oleh Kadin daerah. Bahkan, bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas dan jangkauan dampak dari program-program yang diselenggarakan Kadin daerah.

“Diantara sektor yang turut digarisbawahi dalam program Kadin Impact Award adalah sektor pertanian. Sektor ini menjadi fokus dari program Cakra Desa yang menjadi program unggulan dari Kadin Provinsi Jawa Barat (Jabar) khususnya Kabupaten Sumedang,” ujarnya disela kegiatan penanaman cabai di Cijambe Paseh Sumedang Jabar, Rabu (14/6/2023).

Ia mengatakan, bahwa Cakra Desa merupakan sebuah program yang bertujuan untuk memberdayakan para petani di Jabar serta meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan menyediakan pendampingan, sarana produksi pertanian, akses pasar dan logistik pemasaran, hingga pendanaan bagi para petani setempat.

Baca Juga :  KPU Sumedang Mulai Distribusikan Logistik Pemilu 2024 ke Surian dan Buahdua

Selain itu, ia menyatakan, Kadin Provinsi Jabar dalam menjalankan program tersebut berkolaborasi dengan berbagai pihak yang terkait dalam ekosistem pertanian dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), CROWDE, Poktan dan Gapoktan yang berbadan hukum, hingga para pemilik lahan pertanian.

“Pertanian nyatanya masih menjadi sektor penyerap lapangan pekerjaan yang paling banyak di Indonesia. Data BPS menyebutkan jumlahnya mencapai 40,69 juta orang atau 29.96 persen dari total penduduk Indonesia. Namun saudara-saudara kita, para petani kecil masih menghadapi tantangan dalam peningkatan produktivitas dan pendapatan. Karena itu saya sangat mengapresiasi adanya program Cakra Desa dari Kadin Jabar yang bekerja sama dengan Crowde dan Bumdes bagi para petani di Jabar,” ucap Arsjad.

Di kesempatan itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi, Yukki Nugrahawan Hanafi menilai Kadin Provinsi Jabar dan Kadin Kabupaten Sumedang telah berhasil berkolaborasi bersama dan menjembatani multipihak dalam pengembangan program itu seperti, CROWDE, BUMDES, hingga pihak-pihak terkait lainnya.

Baca Juga :  Suami Bacok Istri Karena Enggan Dicerai Terus Bunuh Diri, Apakah Tanda Cinta? Ini Kata Psikolog Sumedang

“Program ini didasari oleh nilai-nilai Kadin Indonesia, yaitu inklusif, kolaboratif, dan progresif. Dengan berkolaborasi bersama banyak pihak dari dari BUMDES, CROWDE, Poktan dan Gapoktan yang berbadan hukum, hingga para pemilik lahan pertanian. Saya rasa Kadin Provinsi Jabar berhasil dalam memberdayakan para petani,” ucap Yukki.

Hal senada disampaikan, Ketua Kadin Provinsi Jabar, Cucu Sutara bahwa selain memberdayakan petani Indonesia, program Cakra Desa juga mengelola lahan tidur desa agar kembali produktif dengan memanfaatkan akses finansial dan teknologi oleh CROWDE.

“Dalam memberdayakan petani, disini kami berperan untuk memediasi, memfasilitasi, serta mengadvokasi para petani dengan memberikan pelatihan serta membantu perizinan yang diperlukan. Sementara CROWDE memfasilitasi petani dengan akses finansial dan pendampingan budidaya pertanian. Serta BUMDES berperan untuk membuka akses pasar untuk menyalurkan hasil pertanian,” ucap Cucu.

Cucu juga mengatakan, lahan yang digunakan dalam program ini merupakan lahan tidur milik desa yang luasnya sekitar 10 hektar. Program ini dimulai dengan pilot project di Desa Karangnunggal Tasikmalaya dengan luas lahan 3 hektar yang sudah berhasil dipanen.

Baca Juga :  Begini Kata Bos Persib Bandung Memaknai Tradisi Gembrong Liwet di Pamulihan Sumedang

“Selain melakukan pilot project, kami juga sudah memulai untuk mengembangkan tanaman Cabai di 19 kabupaten/kota di Jabar. Kami juga sudah melakukan survei lahan di 40 desa yang 11 diantaranya sudah proses untuk dilakukan kerjasama,” ucap Cucu.

Sementara itu, Direktur Utama CROWDE, Yohanes Sugih Tono Nugroho menambahkan bahwa pihaknya juga mendirikan rumah ATAP (Aspirasi Tanggap Petani) sebagai sebuah tempat tinggal bagi petugas yang memantau detail dari kegiatan program cakra desa. Peresmian dari rumah ATAP itu juga menjadi salah satu rangkaian acara dalam roadshow KIA ke Sumedang.

“Tak hanya sebagai tempat tinggal, rumah ATAP juga dijadikan sebagai sarana para petani ataupun BUMDES untuk bertukar cerita jika ada kendala budidaya di lahan pertanian serta memberikan solusi atas kendala yang dialaminya,” tutup Yohanes. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button