Peserta PKW LPKMA Modifikasi Melon Pan Ubi Cilembu, Siap Mendobrak Produk Kuliner Sumedang
Sumedang — Sebanyak 25 peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang keahlian tata boga di Lembaga Pendidikan Komputer dan Manajemen Aktual (LPKMA) Sumedang, menempuh rangkaian pembelajaran praktik inovasi produk Pastry & Bakery pada Senin (06/07/2026).
Para peserta dibagi ke dalam lima kelompok dan telah menempuh separuh jam pelatihan untuk mengasah keterampilan kulinernya. mulai dari pembuatan roti, pastry, hingga makanan jalanan kekinian (street culinary).
“Semua peserta dibagi menjadi lima kelompok. Selama lebih dari satu bulan mereka mempelajari roti manis, roti asin, pizza, cross roll, aneka pastry seperti puff, short, hingga choux pastry, dan kini beralih ke materi street food,” ungkap Dila Nur Fadila, instruktur tata boga LPKMA Sumedang.
Pada sesi praktik inovasi, Kelompok 3 misalnya, memilih mengembangkan menu mi jebew saus mentai.
“Kami membagi porsi mi seberat 80 gram per sajian ditambah dua pangsit isi ayam goreng. Nantinya satu porsi dijual dengan harga Rp 15.000,” Tutur Salsabila Khoirunisa, peserta kelompok 3. Pemilihan menu ini didasari ketertarikan anggota pada bidang kuliner jalanan yang sedang diminati pasar.
Inovasi Roti dengan Kearifan Lokal
Berbeda dengan pembelajaran sebelumnya yang menyertakan panduan resep, hari ini peserta ditantang mencari ide dan meracik resep sendiri. Instruktur hanya membimbing agar proses pembuatan berjalan tidak salah.
“Kami ingin melihat kemampuan peserta berinovasi. Ide boleh dari mana saja, tapi kami pastikan tekniknya tepat,” ujar Ahmad Gozali, instruktur LPKMA Sumedang.
Banyak ide menarik yang lahir, antara lain salt bread dengan isian mentega dan garam, serta melon pan khas Jepang yang dimodifikasi dengan isian ubi cilembu asli Sumedang.
“Biasanya melon pan berisi mentega, ini kami ubah pakai ubi cilembu agar lebih lokal dan khas,” tambah Gozali.
Modifikasi roti berbahan ubi cilembu ini sudah menjadi produk unggulan. Harga pokok pembuatannya sekitar Rp 3.000–Rp 3.500 per buah, dan peserta bisa menjualnya mulai Rp 4.900 hingga Rp 5.000 per keping. Jika pembelian dalam jumlah banyak, bisa disesuaikan paket misalnya tiga buah seharga Rp 10.000 atau enam buah Rp 15.000.
Siap Kerja dan Berwirausaha
Tim instruktur menilai sekitar 90 persen peserta angkatan 2026 sudah mampu bekerja mandiri mulai dari meracik bahan hingga proses produksi, meski sesekali masih bertanya untuk hal yang belum diingat.
Hasil karya peserta tidak hanya berhenti di kelas. LPKMA Sumedang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah UMKM lokal seperti Hokima (Cimalaka), Gumayang (Griya Sumedang), dan Gumasep di IPP untuk menampung produk peserta.
Menjelang penutupan, peserta juga akan dilatih langsung berdagang melalui bazar dan sistem pre-order.
“Kami tidak hanya mengajarkan cara membuat makanan lezat, tapi juga cara menjual dan menghitung keuntungan agar mereka siap berwirausaha maupun bekerja di industri kuliner,” Kata Gozali memungkasi.







