Sempat Ricuh Saling Dorong Antar Warga dan Aparat, Terkait Penolakan Sementara Revitalisasi Pasar Cimalaka
Sumedang – Aksi penolakan terhadap pengosongan sementara Pasar Cimalaka, Kabupaten Sumedang, berujung ricuh pada Senin (6/7/2026) pukul 20.54 WIB. Kericuhan sempat terjadi saat aparat melakukan pengamanan di kawasan pasar. Aksi saling dorong dan lempar antara sejumlah pedagang dengan personel pengamanan berlangsung beberapa saat sebelum situasi kembali mereda setelah aparat mundur dari lokasi.
Sejak siang hingga malam, pedagang yang tergabung dalam Ikatan Warga Pasar Cimalaka (IKWAPACI) tetap bertahan di area pasar. Mereka menegaskan tidak menolak program revitalisasi Pasar Cimalaka, namun meminta pemerintah dan pihak terkait terlebih dahulu membuka ruang musyawarah sebelum proses pengosongan dan relokasi dilaksanakan.
Ketua IKWAPACI, Dian Kusdian, mengatakan eksekusi pengosongan pasar belum disertai kesepakatan antara para pedagang dengan pihak terkait. Menurut dia, sejumlah persoalan seperti lokasi relokasi sementara, harga sewa, dan ukuran kios di pasar hasil revitalisasi masih belum dimusyawarahkan.
“Kami juga mempertahankan hidup soalnya dengan ukuran dan harga sewa yang belum pernah dimusyawarahkan bahkan menurut kami tidak sesuai, ya otomatis perekonomian atau perdagangan kami tidak bisa berjalan,” katanya.
Dian mencontohkan, pedagang daging yang memiliki lemari pendingin sepanjang tiga meter hanya mendapat tempat relokasi sementara berukuran sekitar 1,5 x 2 meter. Kondisi tersebut dinilai tidak memungkinkan pedagang tetap menjalankan usahanya selama masa revitalisasi.
Ia menegaskan para pedagang tidak menolak revitalisasi Pasar Cimalaka. Namun, mereka meminta pemerintah terlebih dahulu membahas hak pedagang, nilai sewa, ukuran kios baru, serta mekanisme relokasi melalui musyawarah.
“Karena kalau saya tidak bertahan, kami semua yang seratus empat puluh pedagang tidak bertahan, ya akan mati pelan-pelan di pasar yang baru dibangun nanti,” tambahnya.
Hingga Senin malam, para pedagang masih bertahan di kawasan Pasar Cimalaka sambil menunggu adanya kepastian mengenai musyawarah dengan pemerintah dan pihak terkait.



