Kategori
Sumedang

Tim Akselerasi Titus : Berharap Dilibatkan Pengelolaan KPJ

JATINANGOR, TAHUEKSPRES – Setelah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Tentang Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) menjadi bahan pergunjingan sejumlah tokoh masyarakat di Jatinangor terkait teknis dilapangannya seperti apa.

Ketua Paguyuban Warga Jatinangor (PW) Titus Adrian mengatakannya, dengan terbentuknya Perda KPJ  atas nama Warga Jatinangor yang juga masuk dalam tim Akselerasi Percepatan Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) berharap keterlibatannya diperhatikan.

“Dari awal kami terus berupaya mendorong dan mengawal supaya terwujud Perda KPJ, alasan kenapa kita terus mendorong, tiada lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor perekonomian, karena jatinangor adalah penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Sumedang,” ucapnya kepada Tahu Ekspres. Kamis (16/09).

Titus Adrian menuturkan, dalam perda KPJ yang mengelolanya ditunjuk langsung oleh Pemda Sumedang, namun yang dikhawatirkan adalah kedepanya seperti apa,? Apakah sesuai dengan apa diharapkan atau tidak.

”Jatinangor perlu adanya pembenahan tatakekola wilayah mulai dari pembenahan tata ruang yang harus signifikan, karena masalah  Jatinangor sekarang ini sering terjadi banjir, dan bagaimana penanganan sampah yang kerap membludak, itu yang harus jadi sortan kita semua,” tambahnya.

Hal-hal tersebut, kata ia, menjadi sortanna selaku penginisiasi dibentuknya tim akselerasi KPJ adalah sebagai bentuk perwujudan kepedulian terhadap wilayah, jadi kedepannya pihaknya dilibatkan dalam hal perekrutan KPJ.

“Kami yang sudah berjuang dari awal, menghabiskan pikiran, tenaga dan materil namun jika tidak dilibatkan sama sekali, itu yang tidak kami harapkan, dengan harapan keberadaan kami sebagai tim akselerasi KPJ untuk dipertimbangkan,” pungkas Titus Adrian.

Kategori
Uncategorized

Dandim Monitoring PTM SDN Selaawi Rancakalong

 

RANCAKALONG, TAHUEKPRES – Dandim 0610 / Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa didampingi Ketua Harian PTMT Dinas Pendidikan  Eka Ganjar Kurniawan melaksanakan monitoring dan evaluasi di SDN Selaawi Rancakalong. Rabu 15 September  2021.

Dandim 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa SE.,M.Si mengatakan monitoring tersebut dilakukan pengecekan ruang sekolah untuk memastikan pihak sekolah dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap muka PTMT sesuai Standart Operasional Prosedur/SOP dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.

“Kami paham tentang situasi ini, kita patut bersyukur pemerintah telah mengizinkan PTMT sehingga anak-anak dapat bisa belajar dan berinteraksi langsung dengan guru meskipun PTM belum maksimal, namun diyakini pelaksanaannya bisa membawa dampak positif dalam perkembangan dunia pendidikan kedapannya,” ucap Dandim.

Namun demikian, kata Dandim, pihaknya mengimbau kepada pihak sekolah, guru dan peserta didik untuk tetap menerapkan Prokes minimal dengan gerakan Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak atau 3M dan Budayakan Prokes sebagai Kebutuhan.

Sementara itu, Ketua Harian PTMT  Dinas Pendidikan Kabupaten  Sumedang Eka Ganjar Kurniawan  mengatakan hasil evaluasi PTMT di Sumedang pada prinsipnya berjalan lancar hasil laporan para pengawas.

“Untuk penerapan protokol  kesehatan Covid 19 alhamdulillah  di tiap-tiap sekolah telah memiliki sarat minimal sarana dan prasarana pembelajaran, sekolah mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, terkait  dengan  vaksinasi tenaga  pendidik  hampir 90 persen lebih telah di vaksin,” ucapanya.

Ia berharap untuk PTMT ini berjalan sesuai dengan  prokes Covid 19 dan dalam pelaksanaan PTM Terbatas dikembalikan ke sekolah  masing-masing terkait dengan dari sisi administrasinya dan teknisnya. 

Kegiatan dihadiri oleh, Danramil 1006/Rckalong Kapten Arh Rusnendi, Kapolsek Rancakalong Iptu Agus H diwaklili oleh Aiptu Yan Sopian, Dan Unit Intel Kodim 0610/Smd Letda Inf Sutisna, Kepala SDN Selaawi Amih Awang, Kepala SDN Rancakalong , Stap Pengajar, Kepala  Puskesmas Rancakalong, Kepala Desa Sukahayu Wawan gunawan.

Kategori
Pendidikan

Perpres 82 Spirit PKB terbentuknya Perda Pesantren.

TANJUNGSARI – Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kab. Sumedang Herman Habibullah menyambut baik disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang diteken Presiden Joko Widodo tertanggal 2 September 2021.

Perpres tersebut diketahui membahas mengenai dana abadi pesantren yang sejak lama dinantikan kalangan pesantren. Menurutnya, dana abadi pesantren merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, tepatnya di Pasal 49 ayat 1 dan 2.

“Terimakasih pak Jokowi. Tentu saya bersyukur perjuangan seluruh Kader PKB terkait dana abadi pesantren dijawab Presiden dengan menerbitkan perpres ini. Ini adalah bentuk kepatuhan pemerintah terhadap konstitusi,” ucap Herman di Ponpes Al-Mahmud Jatinangor. Rabu (15/09)

Herman mengaku, UU Pesantren mewajibkan pemerintah untuk menyediakan anggaran pesantren serta pembentukan dana abadi pesantren yang bersumber dari dana pendidikan.

“Dana abadi pesantren merupakan kehadiran negara untuk menjaga keberlangsungan pesantren. Kontribusi pesantren sangat besar untuk negara ini, jadi negara tidak boleh hadir setengah-setengah,” tambahnya.

Di sisi lain, kata Herman, pesantren harus terus mendapat dorongan serius dari pemerintah. Karena pesantren terus berusaha menjadi prototipe pencegahan Covid-19 yang realistis dengan protokol kesehatan yang rapi tanpa mengesampingkan tradisi kepesantrenan.

“Kita lihat sendiri pesantren-pesantren ini justru terus berupaya eksis meski dihantam pandemi. Daya tahannya patut kita apresiasi. Pembelajaran tatap muka alhamdulillah lancar karena mereka peduli protokol kesehatan,” tambahnya.

Menurutnya, Fraksi PKB terus mendorong realisasi dana abadi pesantren sesuai amanah UU Pesantren yang disahkan pada 24 September 2019. Saat itu DPR dan pemerintah menyetujui dana abadi pesantren dikucurkan dari dana abadi pendidikan. Pasalnya, pesantren merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Hal ini menjadi spririt kuat bagi kami Fraksi PKB DPRD Kab Sumedang untuk terus mendorong lahirnya Perda Pondok Pesantren di Kab Sumedang, agar bukan hanya dari APBN saja Ponpes mendapat perhatian tetapi dari APBD Kabupaten dan sebagai payung hukumnya Perda Pesantren harus segera terbentuk. UU Pesantren adalah produk sekaligus komitmen bersama DPR dan Pemerintah dalam mengapresiasi keberadaan dan peran pesantren sejak pra kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dan di masa pembangunan era industri dan digitalisasi,” tutupnya.

Kategori
Sumedang

Selangkah Lagi Perda KPJ Disahkan

JATINANGOR, TAHUEKSPRES –Kepala Bappeda Sumedang Tuti Ruswati mengatakan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Sumedang pada awal tahun 2021 telah mengusulkan ke DPRD untuk membuat satu peraturan daerah yang mengatur tentang Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ).

Usulan tersebut bukn tanpa alasan. Mengingat, jatinangor saat ini kondisi eksistingnya sudah beralih fungsi atau ada dinamika yang berbeda dengan Kecamatan lain.

“Melihat isu strategis yang ada dikawasan Jatinangor semisal isu sanitasi, persampahan, lalu lintas yang begitu padat, selanjutnya daya dukung daya tampung, sehingga Pemda sumedang menganggap harus ada fungsi pelayanan yang penuh didukung dari seluruhnya baik dari tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten,” ucapanya.

Oleh sebab itu,  tahun ini mulai bulan Januari telah mengusulkan ke DPRD untuk membuat satu peraturan daerah yang mengatur tentang KPJ. Tetapi KPJ lebih kepada pengelolaan berbeda dengan RT RW dan RDTR.

“Yang kita usulkan ke DPRD dan mudah-mudahan tidak lama lagi Perda KPJ ini segera ditetapkan,” tutupnya.

KPJ ini akan menjadi model karena satu-satunya di Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya komitmen Dan konsistensi dari semua pihak agar bisa berjalan optimal.

“Untuk tokoh dan Kepala Desa sudah mendukung bahkan sudah beberapa kali datang kekita menanayakan kapan Perda ini ditetapkan,” ucapanya.

Sementara itu, Ketua Tim Akselerasi Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) Ismet Suparmat mengapresias wacana KPJ yang tinggal selangkah lagi ditetapkan menjadi Perda. Ismet mengaku, keinginan masyarakat Jatinangor mewujudkan KPJ tanpa alasan. Sebab, dengan dijadikannya Jatinangor menjadi zona perguruan tinggi dan industri akan menambah jumlah penduduk yang luar biasa.

”Kecamatan Jatinangor dipandang perlu dikelola secara baik dan professional didorong kearah pusat pertumbuhan di Kabupaten Sumedang.  Tahun 2000 sudah ada wacana itu namun belum didukung,” ucapnya.

Ismet mengaku, sektor pendukung KPJ yakni SDM disini ada 4 perguruan tinggi yang sudah mendunia selanjutnya sumber daya industri ada perusahaan yang sudah go international ekspornya hampir 78 negara ini merupakan asset yang perlu didorong.

“Demografi banyak masyarakat berbondong-bondong datang ke Jatinangor banyak peeumahan, kondisi semakin kumuh karena pembangunan tidak terkendali belum tertata dengan baik,” tambahnya.

Menurutnya apabila sudah menjadi KPJ merupakan satu satunya Kecamatan pertama di Indonesia. Wacana KPJ ini sempat lenyap ditelan bumi, namun kembali muncul tahun 2019 ketika para tokoh Jatinangor berkumpul yang difasilitasi Camat Jatinangor hingga terbentuk tim akselerasi.

“Setelah terbentuk tim akselerasi, mendapat respon yang baik dari Pemda  dan diundang Bupati menanayakan sikap kehendak masyarakat Jatinangor,” katanya

Didalam tim akselrasi KPJ ini, kata Ismet, melibatkan unsur akademisi dari perguruan tinggi bahkan yang mengagas kajian tentang KPJ dari IPDN.

“Karena Jatinangor penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Sumedang, ada minsite Jatinangor akan memisahkan diri sehingga banyak kendala yang ditempuh untuk mewujudkan KPJ. Padahal bukan kesana arahnya, namun Jatinangor harus dikelola dengan baik sebagai kawasan pusat pertumbuhan,” ucapanya.

Kategori
Kesehatan

Fakta Hari Ini Masyarakat Mengejar Tukang Vaksin

JATINANGOR, TAHUEKSPRES – Kepala Kesbangpol Asep Tatang Sujana mengatakan sesuai intruksi Pemerintah Daerah (Pemda) Sumedang
bahwa seluruh SKPD harus melaksanakan tugas pokok lain yang berkontribusi terhadap penyelesaian masalah yang menjadi prioritas masalah Nasional ataupun lokal dalam penanganan Covid-19.

Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri (Kesbangpol) salah satu SKPD di Kabupaten Sumedang tentunya harus berkontribusi melakukan peningkatan pemahamanan masyarakat.

“Saya lihat dilapangan sekarang masyarakat kalau urusan vaksin sangat responsif, kalau dulu orang divaksin susah harus mencari orang yang mau divaksin. Kalau sekarang malah masyarakat yang mengejar tukang vaksin, pada saat diumumkan ada vaksin itu selalu diatas stok vaksin yang dialokasikan pada hari itu,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

Asap mengaku, fenomena tersebut merupakan tingkat kesadaran masyarakat semakin meningkat, bahwa herd immunity perlu melibatkan semua seluruh masyarakat. Terbangun ketahanan daya ketahanan masyarakat itu dari 70 persen harus sudah divaksin.

“Kesbangpol tentunya seperti SKPD lain hafus menjadi Dinas Kesehatan selain melaksanakan tugas pokok fungsi dibidang kewenangan Kesbangpol,” tambahnya.

Menurutnya, Sumedang mendapat pujian dari Presiden karena percepatan vaksinasi, ditingkat Jawa Barat Kabupaten Sumedang bercongkol diurutan pertama.

“Pimpinan kita Pa Bupati, Wabup, dan Sekda dengan berinteraksi bersilaturahmi dengan berbagai pihak berupaya mendapatkan vaksin-vaksin dari berbagai pihak. Hal ini dilakukan untuk akselerasi terhadap pengembang heard immunity tadi, jadi stok vaksin sekarang tidak ada stok, contoh Jatinangor target hari ini 1000 yang datang 1200 stok untuk hari esok sudah ditarik dipakai hari ini,” ucapanya.

Kedepan, lanjut ia, untuk mencapai target diakhir tahun 2021 dikisaran 70 persen, Pemerintah perlu membangun lagi komunkasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan vaksin-vaksin yang dapat sampai ke masyarakat.

Kategori
Pendidikan

Hadapi PTMT Ratusan Siswa Laksanakan Vaksinasi

CIBUGEL – Jelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), sebanyak 250 siswa SMPN 1 Cibugel dan MTS Al Hikmah Kec. Cibugel menjadi sasaran vaksinasi yang digelar di SMPN 1 Cibugel. Sabtu (04/09).Kapolsek Cibugel IPTU Ucu Abdurahman mengatakan, upaya mengamankan pelaksanaan vakinasi, pihaknya menurunkan beberapa personil dibantu dari Kormil Cibugel dan Pol Pp Cibugel.

“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi berjalan aman, lancar, dari awal sampai akhir,” ucapnya.

Kapolsek mengaku, sasaran vaksinasi kali ini yakni  siswa-siswi SMPN 1 Cibugel dan MTS AL Hikmah mendapatkan vaksin dosis 1 sebanyak 250 orang dengan rincian peserta yang hadir 276 orang, divaksin 234 orang dan ditunda 42 orang (sakit, tensi tinggi/rendah)

“Adapun vaksin yang digunakan adalah vaksin Dinkes sebanyak  117 Viall, stock vaksin  375 viall dan yang digunakan 117  viall, sisa 258 Vial, tim yang melaksanakan vaksinasi dari Nakes Puskesmas Ranap Cibugel sebanyak 10 orang,” ucapnya.

Menurutnya, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibugel menggelar rapat pertemuan kesiapan PTMT di Aula Kecamatan Cibugel.

Sementara itu, Kapolsek Cibugel, IPTU Ucu Abdurahman mengatakan dalam giat Forkopimcam/Satgas Covid Kec Cibugel menyampaikan beberapa hal. Kepada Para Kepala Sekolah, dan guru tentang kesiapan dan persiapan pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala Mikro level III dalam rangka mencegah dan memutuskan

“Kesiapan dan persiapan yang dilakukan oleh tiap sekolah dengan mentaati ketentuan dan peraturan serta pelaksanaan secara bertahap tinggal menunggu kebijakan pemkab sumedang / Dinas Pendidikan. Surat pemberitahuan dan kesiapan serta hasil moniev team pelaksanaan PTM tahap awal tingkat SD di tiga (3) sekolah yang sudah melaksanakan beberapa hari, dengan mentaati segala ketentuan dan prokes ketat sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, Forkopimcam akan melakukan memonitor dan mendorong kesiapan KBM TPM, bila sudah ada intruksi dilaksanakannya PTM bertahap. Forkopimcam tidak dalam penentu kebijakan pelaksanaan PTM. Pelaksannaanya menunggu kebijakan Bupati Sumedang (Pemerintah kab).

”Yang jelas kesiapan dan persiapan sesuai ketentuan wajib dipatuhi,” katanya.

Ucu menambahkan, kegiatan PTM bertahap prokes ketat yang sudah dilaksanakan di 3 sekolah, PTM berjalan aman dan lancar serta kunjungan pengecekan ditindak lanjuti dengan surat permohonan akan kesiapan dan persiapan seluruh sekolah melaksanakan PTM secara bertahap.

“Dalam kesempatan pertemuan rapat tersebut juga menjalin tali silaturahmi selaku Forkopimcam baru dan tersosialisasinya PTM sesuai anjuran dan peraturan pemerintah dalam mengantisipasi menekan penyebaran Covid-19,” tandasnya. (rls).

Kategori
Sumedang

Warga Cibugel Senang Dapat Bantuan dari Polres Sumedang

CIBUGEL- Upaya meringankan beban warga menghadapi PPKM level 4, ssejumlah warga di Dusun/Desa Cibugel mendapat bantuan Beras dari Polres Sumedang.

Kapolsek Cibugel Iptu Ucu Abdulrohman melalui Bripka Enddy Suhendy Bhabinkamtibmas Desa Cibugel mengatakan, pembagikan bantuan berupa beras 5 kg, langsung diterima warga untuk meringankan beban warga ditengah PPKM level 4 ini.

“Warga yang menerima bantuan ini cukup bahagian dan senang, lantaran mereka selama ini cukup terdampak dengan adanya covid-19,” ucapnya. Jumat (20/08).

Ia menambahkan, warga yang menerima bantuan tersebu yakni Bpk Aep warga Dusun Cibugel Rt.03 Rw. 06 Desa Cibugel Kec. Cibugel Kab.Sumedang.

Menurutnya, selain memberikan bantuan sekaligus diberikan himbauan agar masyarakat tetap mematuhi Protokol Kesehatan seperti menggunakan masker apabila keluar rumah, mencuci tangan yang bersih menggunakan sabun dan menjaga jarak dari kerumunan.

“Selain itu kami juga ingtkan agar warga selalu memelihara situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing, guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas. Selama kegiatan berjalan aman dan lancar,” tutupnya.

Kategori
Kesehatan

Warga Jatinangor, Sukasari dan Tanjungari Mengikuti Vaksinasi di IPDN

JATINANGOR – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat IPDN bekerja sama dengan TNI AL, Pemda Kabupaten Sumedang beserta Relawan Nasional Covid-19 melaksanakan vaksinasi gratis untuk masyarakat di sekitar Kecamatan Jatinangor, Sukasari dan Kecamatan Tanjungsari di Gedung Balairung IPDN. Jumat (20/08).

Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, M.M melalui Wakil Rektor I Dr. Hyronimus Rowa, M.Si. mengatakan, kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan selama 2 hari yakni pada tanggal 20 s.d. 21 Agustus 2021 vaksin yang akan diberikan yakni jenis Sinovac sejumlah 15.000 vial. Vaksin ini diberikan sebanyak 7.500 dosis untuk hari ini dan esok hari serta dilanjutkan 28 hari kemudian sejumlah 7.500 dosis untuk vaksinasi dosis kedua.

“Pelaksanaan vaksinasi ini dilaksanakaan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, sebagai tuan rumah tempat pelaksanaan vaksinasi IPDN terjun langsung mengerahkan tenaga kesehatan untuk membantu TNI AL, Relawan Nasional Lawan Covid-19 dan Pemda Kabupaten Sumedang dalam pelaksanaan vaksinasi,” ucapnya.

menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh IPDN khususnya dalam aspek pengabdian masyarakat. Jadi kami menugaskan sekitar 35 nakes IPDN untuk membantu proses vaksinasi itu.

“Saya ucapkan terima kasih kepada TNI AL yang telah membantu IPDN dalam rangka pelaksanaan program pengabdian masyarakat di sekitar lingkungan IPDN Jatinangor. Termasuk, Pemda Sumedang dan Relawan Nasional Covid-19 sehingga pelaksanaan vaksinasi ini berjalan dengan aman, tertib dan sesuai dengan prokes covid 19. Hari ini kami menargetkan untuk melakukan vaksin sebanyak 3500 dosis, dilanjutkan sisanya esok hari. Semuanya diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan,” ujar Dr. Hyronimus Rowa.

Sementara itu, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksma TNI Erwin S. Aldedharma mengatakan bahwa total nakes yang bertugas pada kegiatan ini yakni 131 orang yang terdiri atas nakes IPDN, TNI AL, Dinkes Sumedang dan Relawan Nasional Covid 19.

“Kami menargetkan sejumlah 7.500 warga sekitar untuk melakukan vaksinasi selama 2 hari ini. Dan alhamdulillah animo masyarakat sangat tinggi, terlihat dengan sudah ada sekitar 500 orang yang telah selesai melaksanakan vaksin sampai detik ini. Pada kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih kepada Kemendagri khususnya IPDN dan juga masyarakat sekitar yang antusias pada pelaksanaan vaksin ini. Vaksinasi ini dilaksanakan untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai herd immunity,” tutupnya.

Kategori
Ekonomi Uncategorized

Posko PPKM Kawasan Diharapkan Tekan Pelanggar Prokes

JATINANGOR – Upaya memastikan pembuatan posko PPKM kawasan. Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo melakukan peninjauan ke mall Jatinangor Town Square (Jatos). Jum’at (20/08).

“Dengan adanya posko PPKM kawasan, diharapkan kedepannya penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) dilakukan secara mandiri oleh tingkat keamanan internal dari masing-masing kawasan seperti kawasan Industri,” ucap Kepolres di Mall Jatos.

Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah dipercontohankan penegakan Prokes dikawasan Industri Kahatex.

“Mereka rutin melakukan woro-woro keliling dikawasan secara masif, agar para karyawan mematuhi prokes sesuai anjuran pemerintah,” tambahnya.

Menurutnya, penegakan Prokes di Jatos bisa dilakukan secara preventif petugas keamanan mall Jatos akan berkeliling mengecek kondisi masker pengunjung, sekaligus membagikan masker gratis.

“Naanti akan ada layar yang update memberikan jumlah orang, termasuk pengunjung ataupun pekerja disini, sehingga persentase jumlah orang yang ada di mall bisa terupdate supaya kesehatan udara selalu baik,” tambahnya.

Selain mengecek pembuatan posko PPKM, tambah Kapolres, pihaknya juga memberikan sembako gratis kepada komunitas ojol, parkir, dan masyarakat.

“Ini dalam rangka Jum’at berkah yang rutin kami gelar terutama kepada masyarakat terdampak Covid-19,” tutupnya.

Kategori
Uncategorized

H. Umuh Muchtar Apresiasi Paskibraka Tanjungsari

TANJUNGSARI – Tokoh masyarakat Jawa Barat H. Umuh Muchtar mengharapkan
agar pelaksanaan Hari Kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia ditengah Pandemi Covid-19 berjalan dengan penuh khidmat dan berdo’a bersama-sama supaya virus corona cepat hilang.

“Mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik Pandemi bisa cepat hilang, apabila corona sudah hilang pemerintah dan masyarakat akan senang karena bisa melakukan aktivitas seperti semula,” ucap Umuh saat menghadiri pengukuhan Paskibraka Kecamatan Tanjungsari di SMK PPN. Senin (16/08).

Umuh mengapresiasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tanjungsari karena selama ini telah gigih berlatih, agar bisa melaksanakan tugas dengan baik, mengibarkan bendera dihari bersejarah nanti.

“Saya bangga, melihat siswa-siswi
terus berlatih dibawah terik panas matahari dan hujan mereka tetap semangat, saya akan tetap memberikan semangat kepada mereka salah satunya dengan memberikan kostum satu set, yang biasanya ketika sudah selesai melaksanakan tugas, kostum itu harus dikumpulkan dan disimpan di Kecamatan, tetapi sekarang boleh mereka bawa sebagai kenangan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Tanjungsari Ida Farida Sobandi mengatakan, sebanyak 36 Paskibraka Tanjungsari telah selesai dilantik dan siap melaksanakan tugas mengibarkan bendera merah putih di Alun-alun Tanjungsari.

“Meski dalam persiapan terbentur anggaran, namun kami tetap semangat dan alhamdulilah tokoh masyarakat Jawa Barat H. Umuh Muchtar telah peduli bagi Paskibraka Tanjungsari,” ucapnya.

Ida mengaku, dalam pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih, yang biasanya mengundang seluruh lapisan masyarakat, karena adanya covid para peserta yang hadir dibatasi.

“Meski demikian, mudah-mudahan tidak mengurangi makna dari kemerdekaan itu sendiri,” tutupnya.