Kategori
Sumedang

Jatinangor Diterjang Banjir, Ratusan KK Terdampak

JATINANGOR – Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Kecamatan Jatinangor diterjang musibah banjir. Sabtu 27 November 2021.

Berdasarkan informasi yang kami himpun sejumlah wilayah di Kecamatan Jatinangor terjadinya banjir, diantaranya, Desa Cileles, Hegarmanah, Cikeruh, dan Desa Sayang.

Musibah banjir yang lebih parah menerjang wilayah Desa Cikeruh dengan total yang terdampak sebanyak 238 KK terdaapat di RW 07, RW 08, RW 09 dan RW 10.

“Banyak rumah yang terendam, mengakibatkan pemilik rumah terjebak banjir, sehingga dilakukan evakuasi ketempat yang lebih aman,” ucap Babinsa Desa Cikeruh Serma Wawan Setiawan didampingi Bhabinkamtibmas Desa CikeruhAiptu Ayi Bahtiar. Sabtu (27/110)

ia menambahkan, selain merendam rumah, banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter itu, juga menutup ruas jalan Desa dan Jalan Kabupaten, sehingga akses  jalan ditutup sementara.

Sementara itu, menanggapi terkait terjadinya banjir, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Dr. Dudi Supardi mengatakan, akibat curah hujan yang cukup tinggi bendungan Sendimentraf yang berada di Desa Cikeruh meluap.

“Aneh, pembangunan Sendimentrap tersebut belum juga di resmikan, ternyata tidak sanggup menampung air ketika hujan besar  disungai Cikeruh,” ucapnya.

Dikatakannya, apakah mungkin salah perhitungan atau perkiraan peil banjirnya, akibat curah hujan yang besar dan terjadinya landclearing pada pembangunan jalan tol, pada akhirnya mengakibatkan sejumlah Desa di Kecamatan Jatinangor Banjir.

“Saya berharap pihak Tol dapat membuat saluran yang bisa membagi alur air ke berbagai arah, sehingga bisa terbagi ke arah sungai Cikeruh dan Cibeusi,” pungkasnya.

Kategori
Pendidikan

Diharapkan Mental Generasi Muda Terbentuk, Melalui Bakti Krida Pramuka Saka Wira Kartika

SUMEDANG – Sebanyak170 orang anggota Saka Wira Kartika dari Kabupaten Sumedang, mengikuti upacara Penutupan Menyapa Desa Tahun 2021 , yang diselenggarakan oleh Staf Teritorial AD.Ditutup oleh Paban 3 Tahwil sterad Kolonel Inf Wawan Erawan S.E., M.M (Pembina harian SWK TNI AD) sebagai Irup. Paup. Mayor Inf Dores Rudianto Danup. Letkol Inf M Iqbal Lubis di Lapang Upacara Kodim 0610/Sumedang, Jl. Pangeran Kornel No. 164, Pasanggrahan Baru,Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang

Amanat Aster Kasad selaku Kapin saka wira kartika TK Nasional yang dibacakan  Kolonel Inf Wawan Erawan S.E.,M.M sebagai irup menyebutkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya bersama yang diprakarsai oleh Staf Teritorial TNI Angkatan Darat untuk mendidik generasi muda khususnya di wilayah Kabupaten  Sumedang dalam meningkatkan pengetahuan Krida Saka Wira Kartika serta mengembangkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat dengan berpegang teguh pada nilai norma sosial. 

“Dengan demikian, akan diperoleh generasi muda khususnya yang tergabung dalam Anggota Pramuka yang memiliki moral, mental dan budi pekerti yang bijaksana, berwibawa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga Adik-adik Pramuka yang merupakan generasi penerus bangsa akan berguna dan bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia,” ucapnya.

Saat ini, kata ia, menyaksikan dan merasakan sendiri bagaimana perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dapat berdampak pada kehidupan bangsa. Tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita kedepan bahkan akan lebih berat dan menuntut kerja keras dari semua pihak. Semua tantangan dan persoalan tersebut juga akan menjadi pekerjaan generasi muda saat ini. 

“Kalian sebagai generasi muda penerus bangsa harus siap untuk menghadapi tantangan dan persoalan itu. Yakinlah bahwa bangsa kita ini akan menjadi bangsa yang besar, maju, berdaulat, dan dihormati di mata dunia bila kalian sebagai generasi muda dapat membentuk jiwa kalian menjadi seorang pemberani, inovator, dan pekerja keras, serta berakhlak mulia,” tambahnya. 

Menurutnya, sebagian dari harapan dan cita-cita tersebut pihaknya sandar di pundak adik-adik sekalian. Jadilah generasi muda yang dapat dijadikan teladan, yang giat bekerja keras, inovatif, santun dan komunikatif, bahkan bila perlu dapat menjadi idola bagi adik-adik kalian di masa mendatang.

“Kiranya pengalaman dan bekal yang diberikan selama kegiatan ini dapat terus menginspirasi kalian, serta nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya,” katanya. 

Kategori
Sumedang

Gejala Covid-19 Masyarakat Cenderung Terganggu Masalah Kejiawaan

JATINANGOR – Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, banyak yang terkena dampak terutama dalam sisi finansial, imbasnya banyak masyarakat yang memiliki gangguan dalam kesehatan mental (gangguan jiwa).

Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Himabis) Fisip Unpad Jatinangor melakukan peneilitian terhadap gejalan yang terjadi dimasyarakat berkaitan dengan adanya covid-19.

”Tercatat, sebanyak 64,3 persen dari 1.522 responden memiliki masalah psikologis cemas atau depresi setelah melakukan periksa mandiri via daring terkait kesehatan jiwa dampak dari pandemi COVID-19 yang dilakukan dilaman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI),” ucap Lily Alia Mahasiswa Fisip Unpad belum lama ini.

Lily menjelaskan kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster, merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

”Inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Akan tetapi, dalam praktiknya seringkali kita temui bahwa tidak sedikit praktisi di bidang kesehatan mental lebih banyak menekankan perhatiannya pada gangguan mental daripada mengupayakan usaha-usaha mempertahankan kesehatan mental itu sendiri,” tambahnya.

Menurutnya, Kondisi mental yang sehat pada tiap individu tidaklah dapat disamaratakan. Kondisi inilah yang semakin membuat urgensi pembahasan kesehatan mental yang mengarah pada bagaimana memberdayakan individu, keluarga, maupun komunitas untuk mampu menemukan, menjaga, dan mengoptimalkan kondisi sehat mentalnya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

“Paradigma yang ingin ditekankan pada kesehatan mental ini adalah bahwa sebetulnya setiap individu memiliki kebutuhan untuk menjadi sehat secara mental, hidup dan berfungsi optimal dalam kesehariannya meskipun mereka memiliki keterbatasan fisik maupun mental (seperti: cacat tubuh, sakit kronis, mantan pecandu atau penderita gangguan mental),” katanya.

Berangkat dari data di atas, kata ia, Himabis mengadakan program kerja Penggalangan dana yang dikelola dan dilaksanakan oleh Departemen Corporate Social Responsibility (CSR), untuk membantu pihak yang membutuhkan atau orang yang mengidap gangguan kesehata mental agar dapat membantu menunjang kebutuhan sehari- harinya di dalam kondisi pandemi Covid-19.

“CSR Himabis Fisip Unpad bekerja sama dengan komunitas sosial melakukan penggalangan dana untuk Yayasan Barokah Bhakti yang menampung puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berlokasi di Sumedang, Jawa Barat. Donasi dihimpun melalui platform kitabisa.com yang diakses melalui Kitabisa.com/BantuPasienODGJ dan melalui rekening dari anggota pengurus penggalangan dana. Donasi yang terkumpul yaitu sebanyak Rp. 3.000.000,- dan 150 kg beras,” tutupnya.

Kategori
Nasional

Jelang Hari Pahlawan, Tugu Juang di Alun-Alun Tanjungsari Dibersihkan

TANJUNGSARI – Puluhan anggota TNI-POLRI dari Koramil 1004/Tanjungsari dan Polsek Tanjungsari serta Satpol PP Kecamatan Tanjungsari bergotong-royong membersihkan alun-alun dan Tugu Perjuangan Rakyat Tanjungsari. Senin (08/11/2021).

Selain aparat TNI, Polri dan Satpol PP juga melibatkan organisasi kepemudaan dari Pemuda Pancasila, GP Ansor, FK-PPI, Purna Paskibraka dan masyarakat sekitar Alun-alun Tanjungsari.

Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan mengatakan tugu perjuangan tersebut merupakan sebuah simbol perjuangan rakyat Sumedang mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia sejak tahun 1945.

“Pembersihan dan perbaikan kecil tugu juang masyarakat Tanjungsari yang dilakukan saat ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI-Polri dan Ormas Kepemudaan dalam menjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa serta rasa hormat dan penghargaan kepada para Pahlawan bangsa yang telah rela mempertaruhkan jiwa dan raganya demi kejayaan dan keutuhan bangsa dan Negara yang saat ini kita nikmati sampai dengan saat ini,” ucap Danramil.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan momentum yang tepat menjelang perayaan Hari Pahlawan 10 Nopember 2021  untuk mengenang kembali jasa para pahlawan yang gugur dalam melawan penjajah terutama di wilayah Tanjungsari yang banyak juga para pejuang Gugur pada saat itu. Walaupun  Peringatan Hari Pahlawan dilatarbelakangi oleh peristiwa heroik pertempuran di Surabaya, 10 November 1945.

“Tema Hari Pahlawan 2021 kali ini adalah ‘Pahlawanku Inspirasiku’. Sangat cocok semangat perjuangan mereka dijadikan teladan dan Inspirasi kita semua untuk Bersatu dan  Berjuang melawan Covid-19 sehingga mampu memenangkan perang melawan Pandemic Covid-19 dan Saya meminta kepada seluruh warga jadilah pejuang masa kini dengan menerapkan protokol kesehatan, melaksanakan 5M juga melaksanakan Vaksinasi sehingga kita akan memenangkan pertempuran masa kini,” tutupnya.

Kategori
Sumedang

Tim Akselerasi Titus : Berharap Dilibatkan Pengelolaan KPJ

JATINANGOR, TAHUEKSPRES – Setelah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Tentang Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) menjadi bahan pergunjingan sejumlah tokoh masyarakat di Jatinangor terkait teknis dilapangannya seperti apa.

Ketua Paguyuban Warga Jatinangor (PW) Titus Adrian mengatakannya, dengan terbentuknya Perda KPJ  atas nama Warga Jatinangor yang juga masuk dalam tim Akselerasi Percepatan Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) berharap keterlibatannya diperhatikan.

“Dari awal kami terus berupaya mendorong dan mengawal supaya terwujud Perda KPJ, alasan kenapa kita terus mendorong, tiada lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor perekonomian, karena jatinangor adalah penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Sumedang,” ucapnya kepada Tahu Ekspres. Kamis (16/09).

Titus Adrian menuturkan, dalam perda KPJ yang mengelolanya ditunjuk langsung oleh Pemda Sumedang, namun yang dikhawatirkan adalah kedepanya seperti apa,? Apakah sesuai dengan apa diharapkan atau tidak.

”Jatinangor perlu adanya pembenahan tatakekola wilayah mulai dari pembenahan tata ruang yang harus signifikan, karena masalah  Jatinangor sekarang ini sering terjadi banjir, dan bagaimana penanganan sampah yang kerap membludak, itu yang harus jadi sortan kita semua,” tambahnya.

Hal-hal tersebut, kata ia, menjadi sortanna selaku penginisiasi dibentuknya tim akselerasi KPJ adalah sebagai bentuk perwujudan kepedulian terhadap wilayah, jadi kedepannya pihaknya dilibatkan dalam hal perekrutan KPJ.

“Kami yang sudah berjuang dari awal, menghabiskan pikiran, tenaga dan materil namun jika tidak dilibatkan sama sekali, itu yang tidak kami harapkan, dengan harapan keberadaan kami sebagai tim akselerasi KPJ untuk dipertimbangkan,” pungkas Titus Adrian.

Kategori
Uncategorized

Dandim Monitoring PTM SDN Selaawi Rancakalong

 

RANCAKALONG, TAHUEKPRES – Dandim 0610 / Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa didampingi Ketua Harian PTMT Dinas Pendidikan  Eka Ganjar Kurniawan melaksanakan monitoring dan evaluasi di SDN Selaawi Rancakalong. Rabu 15 September  2021.

Dandim 0610/Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa SE.,M.Si mengatakan monitoring tersebut dilakukan pengecekan ruang sekolah untuk memastikan pihak sekolah dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap muka PTMT sesuai Standart Operasional Prosedur/SOP dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.

“Kami paham tentang situasi ini, kita patut bersyukur pemerintah telah mengizinkan PTMT sehingga anak-anak dapat bisa belajar dan berinteraksi langsung dengan guru meskipun PTM belum maksimal, namun diyakini pelaksanaannya bisa membawa dampak positif dalam perkembangan dunia pendidikan kedapannya,” ucap Dandim.

Namun demikian, kata Dandim, pihaknya mengimbau kepada pihak sekolah, guru dan peserta didik untuk tetap menerapkan Prokes minimal dengan gerakan Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak atau 3M dan Budayakan Prokes sebagai Kebutuhan.

Sementara itu, Ketua Harian PTMT  Dinas Pendidikan Kabupaten  Sumedang Eka Ganjar Kurniawan  mengatakan hasil evaluasi PTMT di Sumedang pada prinsipnya berjalan lancar hasil laporan para pengawas.

“Untuk penerapan protokol  kesehatan Covid 19 alhamdulillah  di tiap-tiap sekolah telah memiliki sarat minimal sarana dan prasarana pembelajaran, sekolah mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, terkait  dengan  vaksinasi tenaga  pendidik  hampir 90 persen lebih telah di vaksin,” ucapanya.

Ia berharap untuk PTMT ini berjalan sesuai dengan  prokes Covid 19 dan dalam pelaksanaan PTM Terbatas dikembalikan ke sekolah  masing-masing terkait dengan dari sisi administrasinya dan teknisnya. 

Kegiatan dihadiri oleh, Danramil 1006/Rckalong Kapten Arh Rusnendi, Kapolsek Rancakalong Iptu Agus H diwaklili oleh Aiptu Yan Sopian, Dan Unit Intel Kodim 0610/Smd Letda Inf Sutisna, Kepala SDN Selaawi Amih Awang, Kepala SDN Rancakalong , Stap Pengajar, Kepala  Puskesmas Rancakalong, Kepala Desa Sukahayu Wawan gunawan.

Kategori
Pendidikan

Perpres 82 Spirit PKB terbentuknya Perda Pesantren.

TANJUNGSARI – Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kab. Sumedang Herman Habibullah menyambut baik disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang diteken Presiden Joko Widodo tertanggal 2 September 2021.

Perpres tersebut diketahui membahas mengenai dana abadi pesantren yang sejak lama dinantikan kalangan pesantren. Menurutnya, dana abadi pesantren merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, tepatnya di Pasal 49 ayat 1 dan 2.

“Terimakasih pak Jokowi. Tentu saya bersyukur perjuangan seluruh Kader PKB terkait dana abadi pesantren dijawab Presiden dengan menerbitkan perpres ini. Ini adalah bentuk kepatuhan pemerintah terhadap konstitusi,” ucap Herman di Ponpes Al-Mahmud Jatinangor. Rabu (15/09)

Herman mengaku, UU Pesantren mewajibkan pemerintah untuk menyediakan anggaran pesantren serta pembentukan dana abadi pesantren yang bersumber dari dana pendidikan.

“Dana abadi pesantren merupakan kehadiran negara untuk menjaga keberlangsungan pesantren. Kontribusi pesantren sangat besar untuk negara ini, jadi negara tidak boleh hadir setengah-setengah,” tambahnya.

Di sisi lain, kata Herman, pesantren harus terus mendapat dorongan serius dari pemerintah. Karena pesantren terus berusaha menjadi prototipe pencegahan Covid-19 yang realistis dengan protokol kesehatan yang rapi tanpa mengesampingkan tradisi kepesantrenan.

“Kita lihat sendiri pesantren-pesantren ini justru terus berupaya eksis meski dihantam pandemi. Daya tahannya patut kita apresiasi. Pembelajaran tatap muka alhamdulillah lancar karena mereka peduli protokol kesehatan,” tambahnya.

Menurutnya, Fraksi PKB terus mendorong realisasi dana abadi pesantren sesuai amanah UU Pesantren yang disahkan pada 24 September 2019. Saat itu DPR dan pemerintah menyetujui dana abadi pesantren dikucurkan dari dana abadi pendidikan. Pasalnya, pesantren merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Hal ini menjadi spririt kuat bagi kami Fraksi PKB DPRD Kab Sumedang untuk terus mendorong lahirnya Perda Pondok Pesantren di Kab Sumedang, agar bukan hanya dari APBN saja Ponpes mendapat perhatian tetapi dari APBD Kabupaten dan sebagai payung hukumnya Perda Pesantren harus segera terbentuk. UU Pesantren adalah produk sekaligus komitmen bersama DPR dan Pemerintah dalam mengapresiasi keberadaan dan peran pesantren sejak pra kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dan di masa pembangunan era industri dan digitalisasi,” tutupnya.

Kategori
Sumedang

Selangkah Lagi Perda KPJ Disahkan

JATINANGOR, TAHUEKSPRES –Kepala Bappeda Sumedang Tuti Ruswati mengatakan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Sumedang pada awal tahun 2021 telah mengusulkan ke DPRD untuk membuat satu peraturan daerah yang mengatur tentang Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ).

Usulan tersebut bukn tanpa alasan. Mengingat, jatinangor saat ini kondisi eksistingnya sudah beralih fungsi atau ada dinamika yang berbeda dengan Kecamatan lain.

“Melihat isu strategis yang ada dikawasan Jatinangor semisal isu sanitasi, persampahan, lalu lintas yang begitu padat, selanjutnya daya dukung daya tampung, sehingga Pemda sumedang menganggap harus ada fungsi pelayanan yang penuh didukung dari seluruhnya baik dari tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten,” ucapanya.

Oleh sebab itu,  tahun ini mulai bulan Januari telah mengusulkan ke DPRD untuk membuat satu peraturan daerah yang mengatur tentang KPJ. Tetapi KPJ lebih kepada pengelolaan berbeda dengan RT RW dan RDTR.

“Yang kita usulkan ke DPRD dan mudah-mudahan tidak lama lagi Perda KPJ ini segera ditetapkan,” tutupnya.

KPJ ini akan menjadi model karena satu-satunya di Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya komitmen Dan konsistensi dari semua pihak agar bisa berjalan optimal.

“Untuk tokoh dan Kepala Desa sudah mendukung bahkan sudah beberapa kali datang kekita menanayakan kapan Perda ini ditetapkan,” ucapanya.

Sementara itu, Ketua Tim Akselerasi Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) Ismet Suparmat mengapresias wacana KPJ yang tinggal selangkah lagi ditetapkan menjadi Perda. Ismet mengaku, keinginan masyarakat Jatinangor mewujudkan KPJ tanpa alasan. Sebab, dengan dijadikannya Jatinangor menjadi zona perguruan tinggi dan industri akan menambah jumlah penduduk yang luar biasa.

”Kecamatan Jatinangor dipandang perlu dikelola secara baik dan professional didorong kearah pusat pertumbuhan di Kabupaten Sumedang.  Tahun 2000 sudah ada wacana itu namun belum didukung,” ucapnya.

Ismet mengaku, sektor pendukung KPJ yakni SDM disini ada 4 perguruan tinggi yang sudah mendunia selanjutnya sumber daya industri ada perusahaan yang sudah go international ekspornya hampir 78 negara ini merupakan asset yang perlu didorong.

“Demografi banyak masyarakat berbondong-bondong datang ke Jatinangor banyak peeumahan, kondisi semakin kumuh karena pembangunan tidak terkendali belum tertata dengan baik,” tambahnya.

Menurutnya apabila sudah menjadi KPJ merupakan satu satunya Kecamatan pertama di Indonesia. Wacana KPJ ini sempat lenyap ditelan bumi, namun kembali muncul tahun 2019 ketika para tokoh Jatinangor berkumpul yang difasilitasi Camat Jatinangor hingga terbentuk tim akselerasi.

“Setelah terbentuk tim akselerasi, mendapat respon yang baik dari Pemda  dan diundang Bupati menanayakan sikap kehendak masyarakat Jatinangor,” katanya

Didalam tim akselrasi KPJ ini, kata Ismet, melibatkan unsur akademisi dari perguruan tinggi bahkan yang mengagas kajian tentang KPJ dari IPDN.

“Karena Jatinangor penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Sumedang, ada minsite Jatinangor akan memisahkan diri sehingga banyak kendala yang ditempuh untuk mewujudkan KPJ. Padahal bukan kesana arahnya, namun Jatinangor harus dikelola dengan baik sebagai kawasan pusat pertumbuhan,” ucapanya.

Kategori
Kesehatan

Fakta Hari Ini Masyarakat Mengejar Tukang Vaksin

JATINANGOR, TAHUEKSPRES – Kepala Kesbangpol Asep Tatang Sujana mengatakan sesuai intruksi Pemerintah Daerah (Pemda) Sumedang
bahwa seluruh SKPD harus melaksanakan tugas pokok lain yang berkontribusi terhadap penyelesaian masalah yang menjadi prioritas masalah Nasional ataupun lokal dalam penanganan Covid-19.

Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri (Kesbangpol) salah satu SKPD di Kabupaten Sumedang tentunya harus berkontribusi melakukan peningkatan pemahamanan masyarakat.

“Saya lihat dilapangan sekarang masyarakat kalau urusan vaksin sangat responsif, kalau dulu orang divaksin susah harus mencari orang yang mau divaksin. Kalau sekarang malah masyarakat yang mengejar tukang vaksin, pada saat diumumkan ada vaksin itu selalu diatas stok vaksin yang dialokasikan pada hari itu,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

Asap mengaku, fenomena tersebut merupakan tingkat kesadaran masyarakat semakin meningkat, bahwa herd immunity perlu melibatkan semua seluruh masyarakat. Terbangun ketahanan daya ketahanan masyarakat itu dari 70 persen harus sudah divaksin.

“Kesbangpol tentunya seperti SKPD lain hafus menjadi Dinas Kesehatan selain melaksanakan tugas pokok fungsi dibidang kewenangan Kesbangpol,” tambahnya.

Menurutnya, Sumedang mendapat pujian dari Presiden karena percepatan vaksinasi, ditingkat Jawa Barat Kabupaten Sumedang bercongkol diurutan pertama.

“Pimpinan kita Pa Bupati, Wabup, dan Sekda dengan berinteraksi bersilaturahmi dengan berbagai pihak berupaya mendapatkan vaksin-vaksin dari berbagai pihak. Hal ini dilakukan untuk akselerasi terhadap pengembang heard immunity tadi, jadi stok vaksin sekarang tidak ada stok, contoh Jatinangor target hari ini 1000 yang datang 1200 stok untuk hari esok sudah ditarik dipakai hari ini,” ucapanya.

Kedepan, lanjut ia, untuk mencapai target diakhir tahun 2021 dikisaran 70 persen, Pemerintah perlu membangun lagi komunkasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan vaksin-vaksin yang dapat sampai ke masyarakat.

Kategori
Pendidikan

Hadapi PTMT Ratusan Siswa Laksanakan Vaksinasi

CIBUGEL – Jelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), sebanyak 250 siswa SMPN 1 Cibugel dan MTS Al Hikmah Kec. Cibugel menjadi sasaran vaksinasi yang digelar di SMPN 1 Cibugel. Sabtu (04/09).Kapolsek Cibugel IPTU Ucu Abdurahman mengatakan, upaya mengamankan pelaksanaan vakinasi, pihaknya menurunkan beberapa personil dibantu dari Kormil Cibugel dan Pol Pp Cibugel.

“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi berjalan aman, lancar, dari awal sampai akhir,” ucapnya.

Kapolsek mengaku, sasaran vaksinasi kali ini yakni  siswa-siswi SMPN 1 Cibugel dan MTS AL Hikmah mendapatkan vaksin dosis 1 sebanyak 250 orang dengan rincian peserta yang hadir 276 orang, divaksin 234 orang dan ditunda 42 orang (sakit, tensi tinggi/rendah)

“Adapun vaksin yang digunakan adalah vaksin Dinkes sebanyak  117 Viall, stock vaksin  375 viall dan yang digunakan 117  viall, sisa 258 Vial, tim yang melaksanakan vaksinasi dari Nakes Puskesmas Ranap Cibugel sebanyak 10 orang,” ucapnya.

Menurutnya, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibugel menggelar rapat pertemuan kesiapan PTMT di Aula Kecamatan Cibugel.

Sementara itu, Kapolsek Cibugel, IPTU Ucu Abdurahman mengatakan dalam giat Forkopimcam/Satgas Covid Kec Cibugel menyampaikan beberapa hal. Kepada Para Kepala Sekolah, dan guru tentang kesiapan dan persiapan pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala Mikro level III dalam rangka mencegah dan memutuskan

“Kesiapan dan persiapan yang dilakukan oleh tiap sekolah dengan mentaati ketentuan dan peraturan serta pelaksanaan secara bertahap tinggal menunggu kebijakan pemkab sumedang / Dinas Pendidikan. Surat pemberitahuan dan kesiapan serta hasil moniev team pelaksanaan PTM tahap awal tingkat SD di tiga (3) sekolah yang sudah melaksanakan beberapa hari, dengan mentaati segala ketentuan dan prokes ketat sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, Forkopimcam akan melakukan memonitor dan mendorong kesiapan KBM TPM, bila sudah ada intruksi dilaksanakannya PTM bertahap. Forkopimcam tidak dalam penentu kebijakan pelaksanaan PTM. Pelaksannaanya menunggu kebijakan Bupati Sumedang (Pemerintah kab).

”Yang jelas kesiapan dan persiapan sesuai ketentuan wajib dipatuhi,” katanya.

Ucu menambahkan, kegiatan PTM bertahap prokes ketat yang sudah dilaksanakan di 3 sekolah, PTM berjalan aman dan lancar serta kunjungan pengecekan ditindak lanjuti dengan surat permohonan akan kesiapan dan persiapan seluruh sekolah melaksanakan PTM secara bertahap.

“Dalam kesempatan pertemuan rapat tersebut juga menjalin tali silaturahmi selaku Forkopimcam baru dan tersosialisasinya PTM sesuai anjuran dan peraturan pemerintah dalam mengantisipasi menekan penyebaran Covid-19,” tandasnya. (rls).