Ribuan Warga Tanjungsari Padati Alun‑alun, Gebyar Muharram 1448 H Dimeriahkan Pawai Obor
Sumedang – Suasana hangat menyelimuti Alun‑alun Tanjungsari, ribuan warga dari 12 desa se‑kecamatan ini berjalan kaki membawa obor ke lokasi guna meramaikan Gebyar Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada hari Selasa (16/06/2026).
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanjungsari, Ustaz Dadang Faqih, berharap momen ini membawa keberkahan. Ia mengatakan, bahwa Pawai ini jadi salah satu tradisi masyarakat dalam memperingati Tahun Baru Islam yang digelar tiap tahunya.
“Meski dadakan, alhamdulillah acara ini dapat terselenggara, sebab pawai obor ini merupakan tradisi tiap tahun. Semoga segala doa terpenuhi. Semoga masyarakat Tanjungsari dan Sumedang diberikan kelancaran usaha serta kesuksesan karir di tahun baru ini,” ucapnya dalam sambutan.
Sementara Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila yang hadir mewakili Bupati memberikan apresiasi besar kepada panitia, MWC NU dan warga yang menyukseskan acara. Ia juga mengingatkan peserta agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama berjalan di jalan raya.
Dalam sambutannya, Fajar menyampaikan kondisi keuangan daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 240 miliar. Meski begitu, Ia juga mengatakan ada jaminan bagi para guru ngaji.
“Insentif guru ngaji tetap kami pertahankan, dianggarkan sekitar Rp 18,5 miliar. Dukungan ke madrasah juga terus diperkuat demi pembentukan akhlak generasi muda,” tegasnya.
Selain pendidikan agama, pemerintah juga menyoroti perlindungan anak dari dampak buruk dunia maya. Ke depannya, Pemkab Sumedang berkomitmen menindak tegas dan memblokir akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Orang tua diminta aktif melakukan pengawasan dan pengendalian gawai anak.
Secara lugas, Fajar juga menegaskan sikap daerah Kabupaten Sumedang dalam menolak keras keberadaan praktik LGBT.
Di akhir sambutan, ia mengajak warga mendoakan para pemimpin agar senantiasa amanah, bersih dari korupsi, kolusi, nepotisme, serta terus berjuang menyejahterakan masyarakat.
Demikian, acara berlangsung meriah, antrian masyarakat pawai terus bergerak hingga lebih dari 3 jam. Sementara petugas kepolisian terpantau dibantu oleh pramuka untuk mengatur arus lalulintas.*







