Kolaborasi SPPG dan KWT Dorong Ketahanan Pangan serta Tingkatkan Ekonomi Warga Desa Licin

Sumedang – Kolaborasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Kelompok Wanita Tani (KWT), di Desa Licin Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, terus diperkuat guna mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Sinergi ini, diwujudkan melalui penyerapan hasil pertanian warga untuk mendukung pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Owner sekaligus mitra SPPG Kebon Kalapa, SPPG Cisarua Baru, dan SPPG Serang Cimalaka, Egi Permana, menegaskan komitmennya untuk membeli hasil pertanian serta produk UMKM dari masyarakat lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi desa.
“Seperti hari ini, hasil panen selada dari ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) langsung kami beli. Kami berkomitmen untuk terus menyerap hasil pertanian masyarakat lokal,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Pada panen percobaan perdana, KWT Desa Licin berhasil memanen sebanyak 35 kilogram selada. Hasil panen tersebut, langsung diserap tiga SPPG, yakni SPPG Serang Cimalaka, SPPG Kebon Kalapa, dan SPPG Cisarua Baru.
Ketua KWT Desa Licin, Isnaini, berharap kegiatan budidaya sayuran yang dijalankan kelompoknya dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memperkuat ketahanan pangan khususnya di Desa Licin dan menjadi salah satu penyedia pasokan untuk program MBG. Selain itu, ibu-ibu yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini dapat memperoleh tambahan pendapatan melalui budidaya sayuran,” ungkapnya.
Menurut Isnaini, manfaat program MBG mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Banyak warga kini memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran.
Meski hasil panen tiap rumah tidak besar, jika dilakukan secara bersama-sama, pasokan yang dihasilkan dinilai cukup signifikan.
Dukungan terhadap program pemberdayaan petani lokal juga disampaikan para kepala SPPG.
Melalui sinergi antara SPPG, KWT, dan kelompok tani, diharapkan ketahanan pangan daerah semakin kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, serta tercipta kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.







