Dilarang Rambut Panjang & Pakai Lipstik / Kepala Sekolah: Bukan Melarang, Tapi Mendidik
Sumedang – Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Cimalaka, Ani Kartika, menyampaikan pesan menyentuh sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga penampilan dan akhlak dalam sambutannya di hadapan para siswa. Ia berharap seluruh murid dapat meraih cita-cita setinggi langit dan menjadi kebanggaan keluarga serta almamater.
Hal itu disampaikannya dalam acara perpisahan sekolah yang digelar di lapangan SMP Negeri 3 Cimalaka, Rabu (10/6/2026) pagi.
“Raihlah cita-cita dan mimpi setinggi langit. Banggakan diri sendiri, orang tua, dan almamater SMP Negeri 3 Cimalaka. Sekali lagi, saya ucapkan selamat atas keberhasilan kalian. Atas nama pribadi dan para guru, saya juga memohon maaf lahir dan batin apabila selama mendidik ada kata-kata atau perilaku yang menyinggung perasaan,” ujar Ani.
Ia kemudian menjelaskan alasan di balik aturan penampilan yang diterapkan di sekolah, termasuk larangan memanjangkan rambut bagi siswa laki-laki dan penggunaan kosmetik bagi siswi. Menurutnya, hal tersebut bukanlah bentuk kebencian, melainkan wujud kasih sayang agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.
“Ketika kami menegur atau merapikan penampilan, itu bukan karena kami benci atau ingin merendahkan. Justru itu bentuk kasih sayang, sama seperti kami mendidik anak sendiri. Kami ingin siswa berpenampilan rapi, sopan, dan pantas,” tegasnya.
Ani secara khusus menyinggung larangan penggunaan lipstik dan riasan wajah bagi siswi. Ia mengajak seluruh siswa dan orang tua memahami bahwa penampilan sederhana justru lebih mencerminkan identitas seorang pelajar.
“Perempuan dilarang memakai lipstik agar anak kita berkembang sesuai usianya. Apakah pantas seorang siswa SMP memakai riasan saat mengenakan seragam sekolah? Menurut saya, saat berseragam SD, SMP, maupun SMA, penampilan tanpa riasan justru lebih baik dan wajar,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pembelajaran dan ketentuan yang diterapkan di sekolah bertujuan membentuk karakter yang baik. “Kami memberikan materi pelajaran sebagai bekal, serta melakukan pembiasaan setiap pagi untuk membentuk karakter dan menerapkan aturan agar siswa dapat mengendalikan emosi, mengelola perasaan, dan bersosialisasi dengan baik kepada guru maupun teman,” jelasnya.
Menurutnya, pemeriksaan penampilan dan tindakan pembinaan lainnya dilakukan semata-mata dilandasi rasa sayang dan tanggung jawab, layaknya orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik.
“Misalnya saat merapikan rambut, hal itu bukan dilakukan sembarangan, melainkan agar siswa terlihat rapi, sopan, dan terawat. Semua didasari rasa sayang dan tanggung jawab, dan alhamdulillah hal ini mendapatkan dukungan penuh dari orang tua di rumah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ani menyampaikan bahwa pihak sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari segi akademik maupun non-akademik, serta memperbaiki sarana dan prasarana. Hal ini dilakukan guna mewujudkan sekolah yang bermutu dan mampu mencetak generasi-generasi unggul di masa mendatang.







