Setengah Anggaran dipangkas, Koni Sumedang Tetap Optimis Sabet Medali di Porprov Jabar
Sumedang – Keberhasilan mencetak atlet berprestasi tidak terlepas dari peran krusial para pelatih. Hal itu ditegaskan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat membuka Penataran Pelatih Tingkat Lanjut KONI Kabupaten Sumedang Tahun 2026 di Pondokan Hanjuang Hegar, Kecamatan Cimalaka, Selasa (9/6/2026).
Menurut Bupati Dony, prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan hasil proses panjang dan berkelanjutan. Karena itu, meningkatkan kualitas pelatih menjadi langkah strategis agar Sumedang terus melahirkan atlet andalan.
“Di balik atlet yang hebat selalu ada pelatih yang hebat. Penataran ini penting untuk memperbarui wawasan dan metode pelatihan agar sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
Buka pikiran terhadap ilmu baru, Tambah Dony, buka hati terhadap perubahan. Jadikan ini momentum untuk mengubah cara berpikir dan melatih agar lebih efektif.
Kegiatan yang diikuti 84 pelatih dari 42 cabang olahraga ini juga menjadi persiapan menyeluruh menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang digelar November mendatang.
Ketua KONI Sumedang, Budi Arianto, menegaskan komitmen lembaganya untuk memprioritaskan pembinaan atlet dan pelatih. Dari total anggaran yang diterima, sebanyak 85,5 persen dialokasikan langsung untuk kebutuhan cabang olahraga, sedangkan hanya 14,5 persen yang digunakan untuk operasional KONI.
“Pemerintah mengatur standar 70 persen untuk cabor dan 30 persen untuk KONI. Kami sepakat lebih memihak pembinaan, bahkan total alokasi untuk operasional kami di bawah 10 persen. Ini bukti keseriusan kami,” jelas Budi.
Tahun ini, anggaran yang disediakan mencapai Rp6 miliar, setengah dari anggaran periode sebelumnya yang sekitar Rp12 miliar. Meski demikian, Budi meyakini jumlah itu cukup untuk meraih hasil maksimal.
“Ini bukan soal besarnya anggaran, melainkan niat dan kerja keras. Justru ini tantangan kami untuk menunjukkan prestasi bisa tetap naik meski dengan dana yang lebih efisien,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pihaknya juga akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan sebanyak 255 atlet binaan. Mereka akan menerima uang transport senilai Rp750 ribu per orang selama lima bulan persiapan.
“Kami sadar tidak ada honor untuk pengurus KONI. Kami bekerja sebagai relawan karena rasa cinta dan tanggung jawab memajukan olahraga Sumedang. Semua ini kami lakukan agar atlet kami siap bersaing dan mengharumkan nama daerah,” pungkas Budi.







