Polres Sumedang Hadir di Pemakaman Reza Renadi, Korban Pohon Tumbang Jatinangor
Sumedang – Di tengah duka yang mendalam menyelimuti keluarga almarhum Reza Renadi, kehadiran jajaran Polres Sumedang menjadi pelipur lara sekaligus bukti nyata bahwa aparat tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai saudara di tengah masyarakat. Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Polres Sumedang melakukan kunjungan takziah ke rumah duka yang beralamat di Dusun Bakan Bandung, RT 02 RW 05, Desa Situraja Utara, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, pada Selasa (2/6/2026) pagi.
Kabag Ops Polres Sumedang, Kompol Laksana Wijayanti, didampingi Kapolsek Situraja AKP Nuroni, Kasat Lantas AKP Agus Sukaedi, serta Kasat Intelkam AKP Syarif Aripin, S.H.
Reza Renadi merupakan salah satu dari lima korban yang tertimpa peristiwa nahas pohon tumbang di kawasan Pangkalan Damri, Jatinangor, tepat di samping Bank BJB pada Senin (1/6/2026) malam. Musibah yang terjadi sekitar pukul 18.50 WIB itu menimpa para pengendara motor yang sedang melintas, di mana Reza termasuk dalam kategori korban yang mengalami kondisi kritis dan meninggal dunia.
Dalam suasana yang penuh haru dan kekeluargaan, rombongan kepolisian menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada orang tua dan seluruh keluarga yang ditinggalkan. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum Reza Renadi mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan berat ini.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, S.I.K., menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Bagi institusi kepolisian, keberadaan mereka bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, melainkan bagian dari warga yang turut merasakan setiap suka maupun duka yang dialami masyarakat.
“Kami atas nama keluarga besar Polres Sumedang turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Reza Renadi. Semoga silaturahmi dan dukungan yang kami berikan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” ujar AKBP Sandityo Mahardika.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian terhadap para korban dan keluarga yang terdampak musibah ini tidak berhenti di sini. Pihaknya akan terus memantau dan memberikan dukungan yang diperlukan, sejalan dengan komitmen Polres Sumedang untuk selalu hadir, peduli, dan melayani masyarakat.
Kegiatan takziah berlangsung dengan khidmat, aman, dan tertib hingga berakhir sekitar pukul 09.05 WIB. Kehadiran petugas kepolisian disambut baik oleh keluarga almarhum dan warga sekitar, yang merasa dihargai dan didukung di masa sulit ini.
Rekap Jejak Peristiwa: Pohon Tumbang Tanpa Angin Kencang
Peristiwa yang merenggut nyawa Reza dan melukai empat warga lainnya itu menyisakan kisah yang memprihatinkan. Berdasarkan keterangan saksi dan data yang dihimpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pohon berjenis Pelamboyan itu rubuh saat kondisi cuaca sedang cerah, tanpa hujan maupun angin kencang.
Penyebab utamanya diketahui karena kondisi akar pohon yang rapuh dan tidak kuat menopang beban batang yang besar. Padahal, menurut keterangan Ketua RW setempat, Kurniawan, kondisi pohon tersebut sebenarnya sudah dilaporkan dan dijadwalkan akan segera ditebang karena dianggap rawan membahayakan.
“Memang pohon Pelamboyan ini rawan rapuh, akarnya kurang kuat. Sebetulnya sudah disampaikan untuk penebangan, rencananya dalam waktu dekat mau ditebang, tapi ya nasib berkata lain, pohon tumbang duluan sebelum dikerjakan,” ungkap Kabag Ops Polres Sumedang, Kompol Laksana Wijayanti, saat meninjau lokasi kejadian kemarin.
Selain Reza Renadi, empat korban lainnya yang dilarikan ke RS Unpad adalah Naufal Ramadhan Huda dan Asep Wahab Sodikin yang sempat belum sadarkan diri, serta Denna Maulana dan Andrean Abdul Saeful yang mengalami luka ringan. Hingga kini, kondisi para korban masih terus dipantau tim medis, sementara pihak berwenang berjanji akan meninjau kembali kondisi pohon-pohon di jalur utama tersebut agar musibah serupa tidak terulang kembali.







