NasionalSumedang

Bendungan Cipanas Ujungjaya Sumedang Rampung Dikerjakan, Sumber Biaya APBN Rp2 Triliun

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Ditjen Sumber Daya Air, telah menyelesaikan pembangunan Bendungan Cipanas di Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Sabtu (13/1/2024).

Bendungan berkapasitas 250,81 juta m3 itu, siap diresmikan untuk segera dimanfaatkan sebagai tampungan air mendukung irigasi pertanian dan sumber air baku di kawasan segitiga Cirebon-Patimban-Kertajati (Rebana) yang berada di Kabupaten Indramayu dan Sumedang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Baca Juga :  Panwaslu Tanjungsari: Siap Lakukan Pengawasan Distribusi Logistik Pemilu 2024

“Bendungan dan jaringan irigasinya dibangun dengan biaya besar. Oleh karena itu pastikan kualitas pekerjaannya baik sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi sawah – sawah milik petani,” kata Menteri Basuki.

Bendungan yang memiliki kapasitas 10 kali lebih besar dari Bendungan Kuningan itu diproyeksikan dapat menambah suplai air irigasi pertanian di Kabupaten Sumedang dan Indramayu seluas 9.273 hektar, khususnya di Daerah Irigasi (DI) Cipanas, Cikawung, dan Cibunut.

Dukungan air irigasi dari bendungan Cipanas diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam para petani dari sebelumnya menggunakan metode tadah hujan yang hanya menghasilkan satu kali panen dalam setahun mejadi 2 atau 3 kali panen.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Ratusan PPS dan PPK se-Sumedang Ikuti Training of Trainer Fasilitator

Dengan kapasitas tampung yang besar tersebut, Bendungan Cipanas juga diharapkan dapat memenuhi air baku sebesar 850 liter/detik bagi kawasan industri Rebana dan kawasan permukiman, termasuk Bandara Kertajati.

Bahkan, saat ini telah didesain untuk kawasan industri di Kabupaten Sumedang sebesar 650 liter/detik dan kebutuhan air minum masyarakat terpenuhi. Sedangkan untuk Kabupaten Indramayu sebesar 200 liter/detik.

Bendungan Cipanas dibangun setinggi 71,60 meter dengan tipe urugan inti tegak. Bendungan ini memiliki luas genangan 1.315,95 hektare yang juga dapat dimanfaatkan sebagai tampungan air pengendali banjir untuk wilayah Indramayu dan sekitarnya karena mampu mengurangi debit banjir sebesar 487,75 m3/detik, serta potensi lainnya sebagai sumber pembangkit listrik sebesar 3 MW.

Baca Juga :  Peristiwa KDRT Berdarah di Sumedang, Nyawa Pasangan Suami Istri Ini Masih Tertolong

Pembangunan Bendungan Cipanas dikerjakan sejak 2016 sampai akhir 2023 dengan kontraktor pelaksana PT. Wijaya Karya – PT. Jaya Konstruksi (KSO) yang fokus pada pembangunan tubuh bendungan dan PT. Brantas Abipraya (Persero) untuk pembangunan infrastruktur pendukung. Secara keseluruhan, biaya pembangunan Bendungan Cipanas sebesar Rp2,03 triliun yang bersumber dari APBN.

Sumber berita: Kementrian PUPR. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button