Teknologi N30 Turbocyclon Resmi Beroperasi, Olah Sampah Hanya Butuh Air dengan Residu 0,3 Persen
Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi menerapkan sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi tinggi, melalui peresmian mesin pengolah sampah tipe N30 Turbocyclon (SIMPATI-1) di lingkungan Pusat Pemerintahan Sumedang, Rabu (15/4/2026).
Inovasi karya anak bangsa ini menghadirkan solusi efisien yang mengandalkan air sebagai komponen utama operasional, sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyatakan bahwa kunci keberhasilan teknologi ini terletak pada integrasi sistem pemilahan dini (source separation) dengan proses pengolahan lanjutan. Konsep yang diusung adalah memaksimalkan nilai guna sampah sebelum masuk ke tahap pembakaran.
“Sistem ini bekerja dengan prinsip sederhana namun efektif. Sampah dipilah sejak dari sumbernya. Yang anorganik seperti plastik dan kertas memiliki nilai ekonomi, sedangkan yang organik diolah menjadi kompos. Hanya sisa yang benar-benar tidak terpakai yang akan diproses lebih lanjut,” Tuturnya.
Teknologi N30 Turbocyclon yang dikembangkan oleh PT New Energy Integrasi ini memiliki keunggulan spesifikasi yang mumpuni. Mesin ini memiliki kapasitas pengolahan awal sebesar 30 kg per jam yang dapat ditingkatkan hingga 60 kg bahkan 100 kg per jam untuk jenis sampah kering.
Muhammad Budi Fauzi, selaku pengembang menjelaskan, bahwa keunggulan utama teknologi ini adalah tingkat efisiensi yang sangat tinggi. Proses pengolahan hanya menyisakan residu atau abu sisa sebesar 0,3 persen dari total volume sampah, angka yang jauh lebih kecil dibandingkan metode konvensional.
“Inovasi terbesarnya ada pada mekanisme kerja insinerator ini yang menggunakan air sebagai bahan utama operasionalnya. Hal ini membuat biaya operasional menjadi sangat rendah dan ramah lingkungan, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Budi.
Teknologi ini merupakan hasil riset dan pengembangan yang telah dilakukan sejak tahun 2012. Dengan hadirnya mesin buatan anak asli Sumedang ini, diharapkan pengelolaan sampah dapat diselesaikan secara tuntas di hari yang sama tanpa menumpuk, sekaligus menjadi model yang dapat diterapkan secara luas di berbagai wilayah.*







