Sumedang — Aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota TNI terjadi di wilayah Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Pelaku yang mengenakan seragam TNI tersebut berhasil memperdaya seorang penjual telur hingga mengalami kerugian jutaan rupiah.
Komandan Kodim 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto, mengatakan peristiwa itu terjadi pada 14 April lalu, sekitar siang hari. Pelaku diketahui menggunakan atribut TNI dan mengaku sebagai personel Kodam III/Siliwangi.
“Saya akan mengklarifikasi terkait kejadian adanya tindak penipuan (seseorang) menggunakan seragam TNI. Kejadian ini terjadi pada tanggal 14 April yang lalu, di mana kejadiannya terjadi pada siang hari di wilayah Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Pelaku terlihat menggunakan seragam TNI yang mengaku dari personel Kodam III Siliwangi,” ujar Dandim saat diwawancarai Tahu Ekspres di Makodim 0610/Sumedang, Senin (20/4/2026).
Ia memastikan pelaku merupakan TNI gadungan yang menjalankan aksinya dengan menipu korban, seorang penjual telur.
“Saya sampaikan bahwa pelaku tersebut adalah TNI gadungan yang memperdayai korban dengan menipu. Pada saat itu kejadiannya adalah yang bersangkutan ataupun pelaku menipu penjual telur. Dari hasil penipuannya itu, berakibat kerugian sebanyak dua ratus tujuh puluh kilogram dan si korban mengaku sudah rugi sebesar tujuh juta rupiah,” katanya.
Letkol Arh Kusuma mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap orang yang mengaku sebagai anggota TNI, terlebih jika menunjukkan perilaku mencurigakan.
“Maka dari itu, dengan adanya tindak penipuan ini dengan mengatasnamakan TNI, saya meyakini bahwa itu adalah TNI gadungan. Sekali lagi saya menghimbau kepada warga ataupun masyarakat dimanapun, saat ini sudah kejadian di wilayah Sumedang, agar mewaspadai ataupun melihat perilaku ataupun gerak-gerik dari si pelaku ini,” ucapnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan orang yang menggunakan atribut TNI yang tidak sesuai.
“Apabila ditemukan orang yang menggunakan atribut TNI yang tidak sesuai, ini dapat melaporkan kepada pihak Koramil ataupun kepada Polsek, terlebih lagi dengan adanya tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelaku saat ini,” tambahnya.
Menurut Kusuma, pelaku sempat berusaha meyakinkan korban dengan gaya komunikasi layaknya anggota TNI. Namun, terdapat kejanggalan pada cara berpakaian yang tidak sesuai aturan.
“Terlihat pada saat berkomunikasi dengan korban, si pelaku ini berusaha untuk meyakinkan bahwa dia adalah TNI gadungan. Namun demikian, kita bisa melihat cara-cara dia berpakaian, terkadang pakaiannya tidak sesuai dengan ketentuan seragam Angkatan Darat yang digunakan TNI pada umumnya,” ungkapnya.
Pasca kejadian, pihak Kodim langsung berkoordinasi dengan kepolisian. Korban juga telah diminta untuk membuat laporan resmi.
“Pasca kejadian, kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian secara langsung, kemudian kita juga meminta korban langsung membuat laporan kepada polisi. Alhamdulillah kejadian ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan saat ini sedang dalam penyelidikan. Kejadian tindakan penipuan ini baru pertama kali terjadi di Sumedang,” pungkasnya.







