SosialSumedang

BKKBN Jawa Barat Harap PLKB Bukan Hanya Penyuluhan Tapi Jadi Praktisi Keluarga

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Kukuh Dwi Setiawan, berharap para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tidak hanya sekedar menjadi penyuluh, akan tetapi harus bisa menjadi praktisi keluarga di lini lapangan.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Pembinaan Petugas Lini Lapangan Dalam Rangka Hari Keluarga Nasional ke-31 DPC IPeKB Kabupaten Sumedang di Jatigede, Kamis (4/7).

Baca Juga :  Wagub Jabar Tegaskan Percepatan Penurunan Stunting Jadi Prioritas Bersama

“PLKB bukan hanya jadi penyuluh, tapi harus bisa jadi praktisi keluarga. Kita harus perhatikan keilmuannya, nanti diberikan peningkatan kapasitas bagi para penyuluh KB,” kata Kukuh.

Dalam kegiatan yang diberi tema ‘Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas’, Kukuh menyampaikan, target kinerja PLKB harus sama-sama difahami seperti adanya target Total Fertility Rate (TFR) atau total rata-rata kelahiran yang ideal sebanyak 2,0.

Baca Juga :  Wagub Jabar : Tanpa pengelolaan yang tepat, Bonus Demografi Bisa Jadi Beban 

“Target kinerja yang harus sama-sama kita fahami, tentu saja ada batasnya. Selain target kuantitas kita juga sekarang diminta ke arah kualitasnya,” katanya.

Ia menjelaskan, target kualitasnya adalah bagaimana caranya dilapangan tercipta keluarga yang berkualitas. Sedangkan di BKKBN sendiri, untuk mencapai program keluarga yang berkualitas sudah ada program untuk remaja seperti PIKR, terus menikah punya anak ada BKB/BKR hingga program untuk lansia BKL.

Baca Juga :  Wagub Jabar : Tanpa pengelolaan yang tepat, Bonus Demografi Bisa Jadi Beban 

“Kalau program dari remaja berjalan dengan baik, permasalahan terkait kualitas bisa diselesaikan oleh BKKBN,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800