Pemerintahan

Penyebab Banjir Cimanggung Sudah di Identifikasi, Sekda Akan Lakukan Normalisasi Sungai Cisurupan

TAHUEKSPRES.COM, SUMEDANG-Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, menyebutkan asas-asas penyebab banjir di Desa Sawahdadap Cimanggung lantaran adanya penyumbatan di aliran sungai Cisurupan.

Herman menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sumedang saat ini tengah melakukan langkah-langkah dalam rangka persiapan normalisasi sungai Cisurupan-Pamatang,

“penyebab banjir bandang kemarin teridentifikasi adanya sampah, kayu-kayu kering yang menyumbat Sungai Cisurupan,” ungkap Sekda Sumedang kepada wartawan saat meninjau langsung ke lokasi kejadian di Desa Sawahdadap, Minggu (18/12).

Baca Juga :  Pergerakan Tanah di Jatinunggal Mengancam Warga, BPBD Sumedang Lakukan Asesmen

Herman menuturkan, langkah normalisasi beberapa sungai di Sumedang seperti Cisurupan ataupun Cimuncang menjadi fokus Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang saat ini dan kedepannya.

Berdasarkan perkiraan, bahwa periode Desember-Februari merupakan puncak musim penghujan sehingga normalisasi sungai yang rawan bencana menjadi salah satu titik fokus.

Baca Juga :  Pengendara Diminta Waspada, Terjadi Longsor di Jalan Penghubung Sumedang-Tanjungsiang

Adapun, sambung Herman, masyarakat dihimbau untuk bersama-sama melakukan deteksi awal  bencana dengan memberikan laporan kepada pihak terkait apabila ada potensi bencana terutama yang diakibatkan volume air hujan tinggi.

“Jadi warga masyarakat apabila ada keluhan secepatnya sampaikan (ke Polsek, Pemerintah Desa, BPBD)¬† sehingga dapat dilakukan penanganan cepat,”

Baca Juga :  BPBD Sumedang: Waspadai Curah Hujan dan Angin Kencang Hingga Akhir Maret 2023

Lebih lanjut, Herman sudah menginstruksikan Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Sumedang untuk selalu waspada bencana terutama dalam rentang bulan Januari-Februari kedepannya.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button