Pemerintahan

Pj Bupati Sumedang Geram, Jangan Ada Lagi Sekolah yang Menerima Tabungan Siswa Secara Mandiri

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Sumedang Herman Suryatman terus berupaya mencari solusi untuk menjawab keresahan orangtua siswa di lingkungan Pendidikan Kabupaten Sumedang, seperti kejadian protes yang dilakukan orangtua siswa di SDN 2 Darmaraja pada Rabu, 13 Desember 2023 lalu.

“Sedang kita dalami, saya sudah tugaskan Kadis Pendidikan, harus dicarikan solusinya, jangan sampai siswa dan orang tua siswa dirugikan,” kata Herman, saat di wawancarai wartawan Tahu Ekspres di Puri Khatulistiwa Jatinangor, Senin (18/12/2023).

Herman juga mengatakan jangka panjang dari buntut kejadian tersebut, pemerintah akan himbau kepada sekolah yang ada di Kabupaten Sumedang untuk memfasilitasi tabungan lewat perbankan.

“Kami sedang mengkaji ini, tidak boleh ada lagi sekolah atau guru yang mengumpulkan tabungan secara mandiri, harus melalui perbankan. Ini lagi disiapkan surat edarannya, tidak boleh sekolah di Kabupaten Sumedang memfasilitasi tabungan siswa secara mandiri, harus melalui perbankan,” katanya.

Baca Juga :  BPBD Sumedang: Waspadai Hidrometeorologi Saat Musim Hujan

Herman juga menjelaskan bagaimana teknis tabungan lewat perbankan yang akan di terapkan di sekolah-sekolah untuk orangtua siswa atau siswa.

“Jadi anak-anak nanti punya rekening banknya dan anak -anak bisa difasilitasi oleh sekolah tapi melalui perbankan. Perbankannya nanti akan kerjasama dengan sekolah, kita punya Bank Sumedang, kita punya BJB, kita akan bagi tugas bagaimana sekolah kerjasama dengan perbankan,” tambahnya.

Secara tegas Herman mengatakan bilamana terdapat pelanggaran baik itu dari guru atau sekolah, maka akan dikenakan sanksi hukuman disiplin.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Penyuluh Pertanian se-Jabar Siap Sambut Kunker Mentan RI di Sumedang

“Dan siapapun guru atau sekolah yang melanggar disipin kita akan kenakan sanksi hukuman disiplin. Ini untuk kebaikan, kalau tidak tegas akan terjadi berulang-ulang. Karena ini bukan pertama kali sebelumnya juga sudah pernah kejadian, makanya kita akan stop,” tegasnya.

Di luar itu, pihak orangtua siswa SDN 2 Darmaraja, Teti juga menerangkan bahwa sampai saat ini pihak sekolah belum juga memberikan titik terang dan solusi terkait kejadian yang sudah merugikan banyak siswa.

“Kami dari pihak orangtua siswa sudah mengadakan musyawarah lagi, setelah kita tanyakan ke pihak sekolah tapi tidak ada kejelasan, makanya kami tidak puas,” terangnya.

Baca Juga :  Disapu Angin Kencang, Sebuah Tiang Listrik Roboh Tertimpa Pohon di Tanjungmedar Sumedang

Orangtua siswa SDN 2 Darmaraja sudah mengajukan aduan ke Polsek setempat, namun tidak kunjung ada kepastian jawaban.

“Beberapakali kami mendatangi Polsek, belum dibuatkan surat laporannya jadi, belum ada laporan tertulis (baru aduan saja),” katanya.

Orangtua siswa berharap supaya pemerintah membantu menangani hal tersebut dan memeberikan jalan keluar untuk bisa mengembalikan uang tabungan siswa yang belum di kembalikan.

“Harapan kami sebagai orangtua agar tabungan kami bisa kembali sebagaimana mestinya dan untuk itu kami juga memohon kepada dinas pendidikan, kepada sekolah atau pemerintah semoga ada solusi dan upaya untuk menyelesaikan tabungan kami, dan kami juga berharap kepada kepolisian untuk membantu kamu dalam permasalahan ini,” pungkasnya. (*)

3 Comments

  1. Lalu bagaimana dengan iuran wajib Rp 90.000 untuk pembangunan lapang futsal di SDN Ranjeng kecamatan Cisitu yg diharuskan oleh kepala sekolah?
    Apakah sudah menjadi perhatuan dinas terkait atau perhatian pak bupati?

  2. Ges dilebok ku oknum pangurusna ngarasa moal diproses ku pulisi ,jeung paling berat dipindah tugas jeng ditahan kanaekan pangkat, euweuh kasieun seksa engke di akherat , da conto ti luhurna nu korupsi trilyunan oge pling lila 15taun ,pakaya ti korupsi mah ngan balik teu 50% acan ,bororaah dimiskinken malah diskon hukuman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button