Pemerintahan

Kepala BKKBN Jabar : Jangan Sampai Kehilangan Generasi Cerdas Akibat Stunting 

TAHUEKSPRES, TASIKMALAYA –Kepala BKKBN Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa, mengingatkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya masih menjadi daerah dengan prevelensi angka stunting yang cukup tinggi, yakni 22,4 persen. Fajar menyampaikan data tersebut saat mengunjungi warga Desa Bojongsari Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya Jumat (15/9/ 2023).

Fajar sedikit menyinggung perihal pencanangan prevalensi stunting oleh Presiden Joko Widodo bisa turun menjadi 14 persen pada 2024. Sehingga, lanjut Fazar, butuh komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, desa hingga seluruh elemen masyarakat dalam menangani permasalahan stunting ini.

Fazar berpesan bahwa anak stunting berisiko menjadi tidak cerdas. Hal tersebut mengakibatkan anak menjadi kesulitan belajar atau kesulitan untuk fokus. Sehingga Fazar mengkhawatirkan kedepannya berpotensi akan kehilangan generasi cerdas.

“Dengan kondisi itu akhirnya kita kehilangan generasi yang cerdas. Kondisi ini merugikan. Bukan tidak mungkin terjadi lost generation. Ini kalau tidak diantisipasi dan terus-menerus berlangsung tiap tahun,” sebutnya.

Fazar pun menyoroti beberapa faktor penyebab angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya, salahsatunya yakni terdapatnya tidak kurang dari 1000 jamban tak layak di Kabupaten Tasikmalaya. Fazar mengatakan semestinya angka keberadaan jamban tidak layak huni sudah menyentuh angka nol atau tidak ada sama sekali jamban tidak layak huni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button