Sosial

Warga Desa Pamulihan Situraja Mengeluh Jalan Rusak Dampak Pembangunan Bendung Rengrang yang Terbengkalai

Seorang warga Desa Pamulihan Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang, Heri Agustian, mengeluh akibat jalan yang biasa dilaluinya mengalami rusak parah akibat dari dampak pembangunan Bendung Rengrang.

Heri menyebutkan, jalan yang rusak didaerahnya diperkirakan sepanjang 3 Km. Jalan ini yang dulu sebelum Covid-19 biasa dilalui oleh mobil proyek Bendung Rengrang.

“Akibatnya semenjak ada proyek itu jalan jadi rusak parah karena mobil-mobil proyek yang besar-besar lewat sini, padahal sebelum ada proyek jalannya tak sehancur sekarang,” kata Heri.

Bendung Rengrang sendiri kata Heri, berlokasi di Desa Pamulihan Kecamatan Situraja dan Desa Cijambe Kecamatan Paseh. Saat ini, Bendung Rengrang sudah lama terbengkalai pembangunannya, tak kunjung diselesaikan.

Baca Juga :  Warga Kecamatan Tanjungmedar Gotong Royong Perbaiki Jalan Pasirhuni-Jingkang
Kondisi jalan rusak di Desa Pamulihan Kecamatan Situraja

“Ruas jalan Situraja-Limus Nunggal tepatnya di Desa Pamulihan Kecamatan Situraja, jalan ini bekas dilalui mobil proyek Bendung Rengrang, hari ini rusak parah,” kata Heri kepada wartawan, Minggu (8/1).

Menurutnya, jalan ini satu-satunya akses menuju pusat Kecamatan Situraja dari Desa Pamulihan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Paseh.

Baca Juga :  Warga Kecamatan Tanjungmedar Gotong Royong Perbaiki Jalan Pasirhuni-Jingkang

“Banyak masyarakat mengeluh karena jalan yang rusak, sehingga rawan kecelakaan terutama anak-anak sekolah,” kata Heri.

Selain itu juga ada penekanan di ongkos hasil bumi masyarakat Desa Pamulihan dan Desa Cicarimanah. Lantaran ongkos jalan lebih mahal dikarenakan hasil bumi yang mau dijual harus dipacking dulu.

Kondisi jalan rusak di Desa Pamulihan Kecamatan Situraja

“Misal bagi petani buah, karena jalannya jelek harus di packing dulu, ini tentunya nambah ongkos jalan,” kata Heri.

Baca Juga :  Warga Kecamatan Tanjungmedar Gotong Royong Perbaiki Jalan Pasirhuni-Jingkang

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Sumedang, Yudi Tahyudin Sunardja, menilai kondisi disekitar Bendung Rengrang juga dapat dilihat sendiri, seolah-olah tidak dirawat dan pengerjaan proyek yang terkesan asal-asalan.

“Ada ratusan tiang-tiang cor beton yang masih menumpuk di pinggir bendungan, entah untuk apa. Kemudian, keberadaan sejumlah bangunan sarana tempat tinggal disekitar bendungan juga tampak kumuh dan tidak berpenghuni menjadi pelengkap seolah pengerjaan Bendung Rengrang ini mangkrak,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button