NasionalPemerintahanSumedang

Pj Bupati Maybrat Papua Berguru ke Sumedang Tangani Stunting

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Penjabat (Pj) Bupati Maybrat, Provinsi Papua Daya, Dr. Bernhard Eduard Rondonuwu, S.Sos, M.Si., melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sumedang yang disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) Jawa Barat (Jabar), Jum’at (10/2/2023).

Kedatangan birokrat lulusan IPDN angkatan pertama tahun 1992 itu mengatakan, bahwa kunjungannya ke Kota Tahu Sumedang dalam rangka belajar cara menekan angka stunting.

“Saya menilai upaya Pemkab Sumedang dalam menekan kasus stunting ini luar biasa. Bahkan sudah seperti yang dilakukan pemerintah lokal di Cina. Berbasis digital dan menggunakan artificial intelligence,” ucap pria kelahiran Manado itu.

Ia menjelaskan, kunker tersebut dalam rangka studi tiru penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta penanganan stunting dan replikasi sistem pengelolaan pemerintahan di Kabupaten Sumedang.

Baca Juga :  Pj Sekda Sumedang: Masih Menunggu PMK RI, Realisasi DBHCHT Diperkirakan Maret 2024

Menurut Bernhard, Pemkab Maybrat ingin melihat dan belajar terkait strategi program di Kabupaten Sumedang dalam menurunkan angka stunting.

“Jadi, intinya kami ingin melihat dan belajar bagaimana strategi serta program yang dilaksanakan dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Sumedang, kemudian kita aplikasikan di Maybrat,” katanya.

Ia menyebutkan, penanganan stunting sudah menjadi tugas dirinya di Maybrat, dengan harapan membantu pemerintah pusat, agar di angka nasional bisa mencapai 14 persen.

“Tadi dipaparkan Pak Sekda, Kabupaten Sumedang ini pada tahun 2018 angka stuntingnya 32,2 persen, dan hebatnya di tahun 2022 bisa menurunkan di angka 8,27 persen, ini yang mesti kita tiru,” ungkapnya.

Baca Juga :  RSUD Sumedang Alokasikan DBHCHT untuk Peningkatan Standar Layanan Kesehatan

Maka demikian, imbuhnya, Pemkab Maybrat ingin mengetahui strategi apa yang dilakukan oleh Kabupaten Sumedang sehingga bisa menurunkan angka stunting begitu fantastis.

Di kesempatan itu, Sekda Sumedang, Herman Suyatman mengapresiasi kunker Pj Bupati Maybrat Papua Daya yang ingin mereplikasi SPBE maupun penanganan stunting seperti di Sumedang. Mengingat, berkat kerja keras semua pihaklah Kabupaten Sumedang bisa menurunkan angka stunting.

“Kami mendapat apresiasi dari Kemenkes RI. Bahkan beberapa waktu lalu Pak Bupati pun dipanggil secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara untuk memaparkan apa yang menjadi program kami sehingga stunting kami bisa turun secara signifikan,” kata Herman.

Baca Juga :  Ini Kiprah Herman Suryatman Hingga Menjabat Sekda Jabar

Dikatakan Herman, salah satu strategi yang dilakukan oleh Kabupaten Sumedang dalam menurunkan angka stunting adalah melalui kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dengan berbagai pihak swasta. Sehingga, bisa membuat aplikasi bernama ‘Simpati’ yakni Sistem Informasi Pencegahan Stunting Terintegrasi.

“Aplikasi Simpati ini menjadi salah satu katalisator dalam pencegahan stunting di Kabupaten Sumedang, mulai dari pencatatan data ibu hamil hingga pemberian gizi untuk anak. Terlebih, aplikasi Simpati ini telah membawa Kabupaten Sumedang mendapatkan berbagai penghargaan dari Pemprov Jabar maupun Pusat,” tukasnya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button