Sumedang – Maung Muda Pasundan Boxing Championship Vol. 3 resmi digelar di Kabupaten Sumedang. Kejuaraan tinju yang dibuka langsung oleh Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika di GOR Tadjimalela Kabupaten Sumedang, itu menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet tinju berprestasi dari Sumedang.
Ketua Pelaksana, Aceng Dea Fikry Sukmawan mengatakan, kejuaraan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada 27-28 Juni 2026 dengan mempertandingkan 83 partai dari kategori schoolboy, junior, youth, dan elite.
“Untuk hari ini kami melaksanakan Maung Muda Pasundan Boxing Championship Vol. 3 dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada 27 sampai 28 Juni 2026 dengan sekitar 83 partai yang terbagi ke dalam kategori schoolboy, junior, youth, dan elite,” kata Aceng saat diwawancarai Tahu Ekspres, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, seluruh pertandingan memperebutkan Piala Bergilir Kapolres Sumedang dan digelar mulai pukul 08.00 hingga sebelum Magrib.
“Ada total 83 partai pertandingan yang memperebutkan Piala Bergilir Kapolres Sumedang. Kegiatannya dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai sebelum Magrib,” ujarnya.
Aceng menuturkan, kejuaraan tersebut diikuti sekitar 36 camp atau sasana tinju dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Depok, Indramayu, Subang, Majalengka, Cirebon, Bandung, hingga Sumedang.
“Untuk camp yang berkontribusi pada acara ini ada sekitar 36 camp. Yang paling jauh berasal dari Depok, Indramayu, Subang, Majalengka, Cirebon, Bandung, serta Sumedang,” katanya.
Menurutnya, juara umum akan ditentukan berdasarkan perolehan hasil terbanyak dari masing-masing camp yang bertanding.
“Total ada 36 camp yang memperebutkan Piala Bergilir Kapolres Sumedang, dengan teknis penilaian camp yang memperoleh hasil terbanyak menjadi juara atau pemenang,” ucapnya.
Aceng berharap penyelenggaraan Maung Muda Pasundan Boxing Championship yang telah memasuki edisi ketiga ini mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang dapat mengharumkan nama Sumedang.
“Harapannya, Maung Muda Pasundan yang secara konsisten telah melaksanakan event ini sebanyak tiga kali dapat melahirkan atlet-atlet terbaik di Sumedang. Karena pada Vol. 3 ini, sebagian besar atlet Sumedang bertanding melawan atlet dari kabupaten-kabupaten lain di Jawa Barat,” tuturnya.
“Mudah-mudahan muncul atlet-atlet asal Sumedang yang mampu membawa nama olahraga tinju ke ranah yang lebih luas lagi atas nama Sumedang,” pungkasnya.







