Makin Berkuasa Jadi Hama, Polres Sumedang Bantu Petani Memburu Tikus di Lahan Garapan
Sumedang – Ribuan petani bersama personel Polres Sumedang turun ke sawah memburu tikus yang belakangan menjadi biang gagal panen di sejumlah wilayah pertanian. Aksi serentak yang digelar di 26 kecamatan itu merupakan bagian dari lomba pembasmian hama tikus Kapolres Cup 2026 dalam rangka peringatan HUT ke-80 Bhayangkara.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap petani yang selama ini terdampak serangan hama tikus.
“Dengan harapan kegiatan ini bisa membantu para petani membasmi hama tikus yang mengganggu hasil panen saat kemarin petani melaksanakan panen,” kata AKBP Sandityo saat diwawancarai awak media di salah satu petak sawah di wilayah Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya bertujuan menekan populasi tikus, tetapi juga memberikan rasa aman kepada petani yang akan memasuki musim tanam berikutnya.
“Perlu digarisbawahi bahwa lomba ini selain untuk membantu petani membasmi hama tikus, juga supaya pada saat nanti persiapan penanaman tahap kedua, petani sudah merasa tenang dan tidak diganggu lagi oleh hama tikus,” ujarnya.
AKBP Sandityo mengaku menemukan langsung dampak serangan hama tikus saat melakukan kunjungan ke sejumlah desa di Sumedang. Bahkan, ada wilayah yang hampir separuh lahan pertaniannya terdampak.
“Karena kemarin kami keliling ke berbagai desa, ternyata ada hampir satu wilayah yang 50 persennya terserang hama tikus sehingga mengganggu aktivitas pertanian. Bahkan anak buah saya yang jadi petani pun mengeluh, yang biasanya panen tiga ton akhirnya cuma panen satu ton,” tuturnya.
Kondisi tersebut, kata Kapolres, membuat banyak petani mengalami kerugian besar. Serangan tikus bahkan disebut menjadi salah satu penyebab gagal panen di sejumlah wilayah.
“Jadi hampir 50 persennya petani di wilayah Sumedang mengalami gagal panen karena banyaknya hama tikus,” katanya.
Wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya Kecamatan Tanjungkerta, Situraja, dan Darmaraja yang dikenal sebagai kawasan penghasil padi di Kabupaten Sumedang.
“Ada di beberapa wilayah, salah satunya mungkin Tanjungkerta, kemudian di daerah-daerah Cituraja dan Darmaraja yang memang banyak tanaman padi, yang merupakan komoditas utama masyarakat Sumedang,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pembasmian hama tikus dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan dan akan berlangsung selama beberapa hari. Hasil awal kegiatan itu dinilai cukup menggembirakan.
“Alhamdulillah, kami serentak melakukan pembasmian hama tikus di 26 kecamatan. Hasilnya cukup bagus. Akan dilanjutkan nanti besok dan selama empat hari berturut-turut untuk melakukan pembasmian hama tikus. Hasilnya, alhamdulillah, cukup bagus,” ucap AKBP Sandityo.
Dalam lomba tersebut, peserta yang berhasil menangkap tikus terbanyak akan keluar sebagai pemenang. Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah tikus yang berhasil ditangkap oleh masing-masing peserta.
“Kategori penilaian nanti adalah semakin banyak hama tikus atau tikus yang tertangkap, maka dihitung per ekor. Itulah yang akan menjadi pemenang. Jadi, semakin banyak tangkapannya, dia yang menjadi pemenang,” jelasnya.
Kegiatan itu melibatkan sekitar 200 personel Polres Sumedang serta 105 gabungan kelompok tani (gapoktan). Jika setiap gapoktan mengirimkan 20 peserta, jumlah peserta yang terlibat mencapai sekitar 2.000 orang.
“Kalau personel, kurang lebih kita libatkan 200 orang, dengan peserta 105 gapoktan. Artinya, kalau dikali 20 orang per gapoktan, ada sekitar 2.000 orang yang menjadi peserta lomba pembasmian hama tikus 2026 memperebutkan Kapolres Cup,” ungkapnya.
Terakhir, Kapolres menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ia berharap gerakan bersama tersebut mampu menekan populasi tikus sekaligus menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang.
“Alhamdulillah masyarakat antusias, dengan harapan semuanya ikut bergerak serentak untuk menangkap hama tikus di 26 kecamatan,” pungkasnya.







