Beranda / Sosial / Heboh Grup Facebook ‘Gay Sumedang’, Dihuni Ribuan Member, Ada yang Minta D*sp**g

Heboh Grup Facebook ‘Gay Sumedang’, Dihuni Ribuan Member, Ada yang Minta D*sp**g

Sumedang – Sejumlah grup Facebook yang mengatasnamakan komunitas gay di Kabupaten Sumedang menjadi perbincangan warganet. Grup-grup tersebut diketahui memiliki ribuan anggota dan memuat berbagai unggahan dari para anggotanya.

Berdasarkan penelusuran pada Kamis (18/6/2026), terdapat beberapa grup Facebook yang menggunakan nama wilayah di Sumedang. Di antaranya grup “Gay Sumedang, Wado, Cimungkal, Lemahsugih dan Sekitarnya” dengan 1.517 anggota, “Gay Buahdua, Conggeang, Ujungjaya, Tomo, Paseh Sumedang” dengan 2.749 anggota, “Gay Sumedang” dengan 2.930 anggota, serta “Gay Sumedang Cimalaka” dengan 394 anggota.

Dalam salah satu unggahan yang dibuat akun anonim sehari sebelumnya, terdapat postingan yang bertuliskan permintaan mencari pasangan di wilayah Conggeang. Unggahan tersebut menuai perhatian sejumlah pengguna media sosial.

“pang s*p**gkn lok Conggeang”, tulis akun Peserta anonim.

Menanggapi informasi yang beredar tersebut, Aktivis Sosial dan Kemanusiaan Sumedang, Ust. Dedi Mulyadi, mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum adanya fakta dan hasil investigasi yang jelas dari pihak berwenang.

“Menanggapi beredarnya informasi mengenai dugaan adanya grup gay di wilayah Sumedang, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum adanya fakta dan hasil investigasi yang jelas dari pihak berwenang,” kata Dedi saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, informasi yang beredar saat ini perlu ditelusuri dan diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan fitnah, keresahan, maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Informasi yang beredar perlu ditelusuri dan diverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan fitnah, keresahan, maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat. Namun demikian, kita juga tidak boleh lengah,” ujar Ketua Gerakan Reformis Islam (Garis) Sumedang ini.

Dedi menilai seluruh elemen masyarakat perlu memberikan perhatian terhadap berbagai fenomena sosial yang berkembang, termasuk yang terjadi di media sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak, baik di lingkungan sekitar maupun di media sosial. Orang tua hendaknya membangun komunikasi yang baik dengan anak, memberikan pendidikan agama yang kuat, serta menanamkan nilai-nilai akhlak dan moral sejak dini,” tuturnya.

Selain itu, Dedi mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan sosial yang sehat serta melaporkan aktivitas yang dianggap mencurigakan kepada pihak berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kepada masyarakat, mari bersama-sama menjaga lingkungan yang sehat, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan generasi muda. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi merugikan masyarakat, hendaknya disampaikan kepada pihak yang berwenang dengan cara yang baik dan sesuai aturan hukum,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat melakukan langkah-langkah edukasi, pembinaan, serta pengawasan yang diperlukan guna menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Kami juga mengharapkan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen terkait untuk melakukan langkah-langkah pembinaan, edukasi, dan pengawasan yang diperlukan demi menjaga ketertiban, keamanan, serta moral generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Tag: