Sumedang – Kasus dugaan penyekapan yang berujung meninggalnya lelaki berinisial H di Sumedang memasuki babak baru. Kakak ipar korban, Koswara, mengungkap kondisi H saat pertama kali ditemukan dan dibawa ke rumah sakit. Koswara mengatakan dirinya mendapat informasi mengenai kondisi H dari Bhabinkamtibmas. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepadanya dan ia langsung menuju rumah sakit untuk melihat kondisi korban.
“Awalnya itu dari informasi dari Bhabinkamtibmas, langsung ke rumah untuk memberitahukan saya pada hari Jumat, jam 01.00 kalau tidak salah. Nah, dari itu saya langsung ke IGD dan melihat ipar saya sudah terkapar di IGD, sudah tidak sadarkan diri lah intinya,” kata Koswara saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026) siang.
Menurut dia, saat berada di IGD, H mengalami sejumlah luka. Wajah korban disebut dalam kondisi bengkak dan terdapat darah pada bagian gigi serta kedua kakinya.
“Itu lukanya, mukanya bengkak semua, terus gigi-gigi atas bawahnya berdarah. Dari kaki keluar darah juga, kanan kirinya. Yang saya tahu meninggal itu jam 10, Sabtu jam 10,” ujarnya.
Koswara kemudian meminta keponakannya untuk mengecek kondisi korban. Dari laporan keponakannya, H disebut telah meninggal dunia.
“Yang ternyata meninggalnya jam 4. Berhubung itu juga saya menyuruh ponakan untuk mengecek kondisi tubuhnya seperti bagaimana,” kata dia.
Koswara juga menanyakan secara langsung ke pihak rumah sakit terkait kondisi dan memastikan nyawa adik iparnya.
“Ternyata ponakan laporan, sudah meninggal waktu jam 10 itu. Cuma saya tanya-tanya lagi ke pihak rumah sakit, ternyata meninggalnya jam 4,” sambung Koswara.
Koswara berharap polisi segera menangkap seluruh orang yang diduga terlibat dan memprosesnya sesuai hukum.
“Ya, saya berharap pada pihak yang berwajib bertindaklah segera mungkin, biar pelaku-pelakunya diamankan dulu dan diproses sesuai hukum yang berlaku, setimpal dengan perbuatannya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah mengatakan polisi telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku dalam kasus tersebut. Polisi juga masih memburu sejumlah orang lainnya.
“Iya benar, pelaku kami amankan, sisanya sedang tim URC kejar,” kata Tanwin saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).
Polisi juga telah memeriksa sembilan saksi. Penyidik masih mendalami kronologi dugaan penyekapan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.







