Sumedang – Di balik kisah Momkie, Tiktokers asal Sumedang, Jawa Barat, sukses membangun agensi TikTok hingga 3000 anggota.
Cerita kesuksesan ini disampaikanya pada Rabu (12/08/2026) sore, di sebuah cafe kopi di wilayah kota Kabupaten Sumedang.
Ya, Ai Ikit Agustin, wanita cantik pemilik akun TikTok @Momkie8787. perjalanan hidupnya membuktikan bahwa kesempatan bisa datang dari hal-hal yang paling sederhana. Ya, bahkan dari hal-hal yang sebelumnya tidak terpikir sekali pun, atau disebutnya ‘Iseng’.
Pada tahun 2022 lalu, tak lama setelah pandemi COVID-19 mereda, Momkie memulai mengisi waktunya dengan cara yang tak disangka-sangka akan mengubah hidupnya hingga saat ini.
Mengunduh aplikasi TikTok, dengan niat ingin membuat video editan fomo pada saat itu. Tak ada rencana besar sebelumnya, namun langkah itu kini telah menempatkannya sebagai owner perusahaan sebuah agensi yang menaungi ribuan penyiar.
“Selesai pandemi, di rumah gak ada kerjaan. Akhirnya iseng saja membuat akun TikTok, awalnya mau ngedit video gitulah. Terus bikin konten siaran langsung atau live streaming. Awalnya seadanya saja,” ujarnya dengan mimik ceria.
Sekitar tiga bulan berlalu, live streaming di TikTok akhirnya menjadi aktivitas rutin dalam keseharianya. Hingga suatu momen seseorang yang belum pernah dikenali sebelumnya, yang ternyata pemilik agensi dari Jakarta, melirik dan mengajaknya bergabung.
Di sana, ia mulai mendapat jadwal siaran dan pertandingan perolehan koin. Tak disangka-sangka, pengalaman pertamanya melakoni siaran berdurasi 15 menit justru membuahkan hasil yang luar biasa.
“Pertama kali menghasilkan uang sebesar Rp28 juta hanya dalam 15 menit. Singkatnya, karena sudah merasakan hasilnya, akhirnya saya berpikir untuk menekuni lebih lanjut secara konsisten hingga sekarang. Kini sudah berjalan empat tahun,” tuturnya.
Konsistensi itu membawa perubahan nyata. Setiap tahun, hasil jerih payahnya disisihkan untuk berinvestasi. Pada 2024, dari hasil livestreaming itu, Ia berhasil membangun rumah, hingga sepanjang tahun 2026 ini, Momkie kembali berhasil membeli satu unit mobil idamanya.
Belum selesai, setelah lebih dari setahun menjadi anggota agensi, Momkie mempelajari semua yang dialaminya. Ia juga memantau seluk-beluk pengelolaan agensi hingga akhirnya memutuskan membangun agensinya sendiri pada 2023. Berbeda dengan sekadar menjadi anggota, mendirikan agensi berarti menjalin kerja sama langsung dengan pihak TikTok tanpa perantara pihak lain.
“Kalau menjadi anggota, kita hanya bagian dari kelompok. Tapi kalau menjadi pemilik agensi, kita yang memegang kendali atas kelompok itu. Segala fasilitas dan akses dari platform diterima langsung tanpa perantara,” jelasnya.
Kini, agensi yang didirikanya itu tengah menaungi sekitar 3.000 penyiar atau host yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, bahkan ada yang berasal dari Malaysia, Singapura, hingga Taiwan. Keunggulan yang ditawarkan agensinya adalah sistem pengembalian insentif dan bonus dari TikTok yang disalurkan kepada para penyiar, asalkan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.
Menariknya, seluruh pengetahuan yang dimiliki wanita beruntung ini diperoleh secara otodidak. Tidak ada pelatihan khusus atau pembimbing. Ia belajar dari kebiasaan menyapa pengunjung ruang siaran, menyambangi ruang siaran penyiar lain, dan berinteraksi secara tulus dengan sesama pengguna.
“Kuncinya hanya konsisten dan sabar. Semua butuh proses,” Singkat wanita yang hobinya main tiktok, makan dan tidur itu.
Momkie yang menyebut dirinya masih mencari pasangan hidup itu, pun memiliki harapan yang dinilai sangat sederhana. Ia berharap agensinya terus tumbuh dan bermanfaat bagi ribuan penyiar yang bernaung di bawahnya. Sambil tersenyum, ia menyebutkan cita-cita jangka panjangnya, suatu saat nanti memiliki kapal laut.
“Cita-cita ke depan, saya mau beli kapal laut.” Katanya memungkasi.*







