Diduga Akibat Korsleting Penanak Nasi, Rumah Lansia di Sumedang Terbakar
Sumedang – Sebuah rumah permanen milik warga lanjut usia di Dusun Hilir RT 02 RW 01, Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terbakar, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Rumah tersebut diketahui milik Ajat (60), seorang buruh harian lepas. Api dengan cepat membesar karena banyaknya material bangunan yang mudah terbakar, sehingga sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Warga yang mengetahui kejadian itu, segera berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran guna mencegah api merambat ke bangunan lain. Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.
Dramatis, proses penanganan sempat mengalami hambatan karena akses tidak memungkinkan untuk mobil damkar memasuki area titik kebakaran. Akhirnya, petugas melakukan pemadaman menggunakan pompa portabel dengan memanfaatkan sumber air dari kolam milik warga setempat.
Komandan Regu II Damkar Sumedang, Yusuf Ediana menjelaskan, kondisi akses menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Meski demikian, keberadaan sumber air di sekitar lokasi cukup membantu petugas dalam memadamkan api.
“Kendalanya mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke titik lokasi, karena akses sangat kecil. Untungnya ada sumber air terdekat, kami menggunakan pompa portable. Jadi, alhamdulillah api berhasil dipadamkan sekitar setengah jam,” kata Yusuf.
Akibat peristiwa itu, bagian atap rumah serta bagian besar isi bangunan ikut hangus terbakar. Sementara itu, bagian teras depan dan dapur masih berhasil diselamatkan. Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari penanak nasi (magicom).
“Menurut laporan, dugaan api berasal dari korsleting magicom. Yang terbakar kurang lebih hampir 7 meter. Bagian depan dan dapur masih tertolong, Alhamdulillah,” ucapnya.
Beruntung, saat kejadian pemilik rumah sedang berada di luar, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini, kerugian materi akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Untuk kerugian masih diperhitungkan,” pungkasnya.*







