Politik

Amang Syafruddin Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Dihadapan Mahasiswa Universitas Halim Sanusi

Kantor DPW PUI Jawa Barat dipenuhi mahasiswa Universitas Halim Sanusi PUI Bandung yang akan mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Hadir sebagai narasumber adalah Anggota DPD RI, KH. Amang Syafruddin, Lc., M.M. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Juli 2023.

Sebelumnya acara dibuka dengan Sambutan dari Ketua Umum DPW PUI Jawa Barat, Iman Budiman yang menyampaikan tentang pentingnya memahami dan mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan dan peran serta mahasiswa dalam membela, mempertahankan dan melaksanakan 4 Pilar Kebangsaan tersebut. Kang Ibe juga menegaskan bahwa sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini sebagai salah satu upaya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat umumnya dan seluruh anggota PUI pada khususnya.

Selanjutnya, K.H. Amang menyampaikan Sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Dalam penjelasannya beliau menekankan beberapa hal yaitu :

Baca Juga :  Agenda Penting Dibalik Pertemuan Pimpinan PUI dengan Presiden Jokowi

1) Sesungguhnya 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI adalah satu kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur;

2) Penanaman nilai-nilai sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat guna menanamkan rasa cinta tanah air; dan

3) bahwa 4 Pilar Kebangsaan harus ditanamkan dalam pikiran dan perbuatan setiap masyarakat agar mampu berkontribusi positif dalam membangun bangsa dan negara dilandasi cinta tanah air.

Dalam penjelasannya tentang Pilar, K.H. Amang mengatakan bahwa Pilar adalah Tiang Penguat (Bangunan), Pilar juga sebagai dasar (yang pokok atau induk) serta tiang penyangga. Pentingnya pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Baca Juga :  Agenda Penting Dibalik Pertemuan Pimpinan PUI dengan Presiden Jokowi

Pengertian pilar, menurutnya ada tiga poin yakni satu tiang penguat (bangunan), dasar (yang pokok atau induk) dan tiga adalah tiang penyangga (Geladak Kapal). Sedangkan yang ketiga dalam 4 pilar adalah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sesungguhnya masih banyak pilar-pilar kehidupan lainnya seperti bendera, bahasa, lambang negara dan lain lain.

Dasar hukum Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI adalah UU Nomor 17 Tahun 2014 jo UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 C. Selain itu juga Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2014 Tentang tata Tertib MPR RI Pasal 6 huruf a dan b, Pasal 13 huruf C. Serta Inpres No.6 Tahun 2005 tentang dukungan kelancaran pelaksanaan sosialisasi UUD NRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh MPR.

Baca Juga :  Agenda Penting Dibalik Pertemuan Pimpinan PUI dengan Presiden Jokowi

Sebagai penutup, K.H. Amang menyampaikan tentang tantangan kebangsaan Menurut TAP MPR No.VI Tahun 2001 yaitu Tentang Etika Kehidupan Berbangsa yang terbagi menjadi dua. Ada tantangan internal dan eksternal.

Tantangan internal terdiri dari : 1) kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa; dan 2) tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal.

Sementara untuk tantangan eksternal ada dua yakni globalisasi dan kapitalisme. Sekarang ini sedang terjadi pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam. Sedangkan kapitalisme, yang terjadi adalah di mana makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

Ditulis Oleh : Madya Ahdiyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button