PemerintahanSumedang

Sekda Herman Suryatman: Pembangunan Zona Integritas Jadi Media Wujudkan Visi Sumedang Simpati

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan langkah akselerasi guna mencapai sasaran Reformasi Birokrasi.

Secara umum target utama dari pembangunan ZI adalah peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta peningkatan pelayanan publik.

Demikian disampaikan Sekda Sumedang Herman Suryatman saat memberikan arahan dalam kegiatan Evaluasi Hasil Penilaian Administrasi WBK/WBBM Tahun 2023 di Ruang Rapat Inspektorat, Selasa (25/7/2023).

Baca Juga :  Ini Kiprah Herman Suryatman Hingga Menjabat Sekda Jabar

“Kemarin sudah direviu administrasi oleh pihak Menpan, sekarang kita persiapkan untuk tahap berikutnya. Hal penting dari pembangunan ZI ini adalah bagaimana unit kerja/SKPD mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, efektif dan efisien serta pelayanan publik yang keren,” katanya.

Baca Juga :  Pj Bupati Sumedang Pastikan Jalan Tolengas-Jatigede Mulus Tahun 2024 Ini

Sekda mengatakan, pembangunan ZI  hanyalah sebagai media untuk mengakselerasi terwujudnya Sumedang Simpati.

“Penilaian dari Kemenpan RI ini hanya bagian di dalamnya saja. Ultimate goalsnya ialah terwujudnya visi Sumedang Simpati. Indikatornya stunting, pengangguran dan kemiskinan menurun,” ujarnya.

Dikatakan Sekda, setidaknya untuk meraih WBK/WBBM, Satuan Kerja (Satker) ZI harus memenuhi enam area perubahan dimana poin minimal WBK 85 sedangkan untuk WBBM  di atas 90.

Baca Juga :  Imbas Harga Beras dan Cabai Naik, Pemda Sumedang Geliatkan Operasi Pasar Murah

“Enam area yang dimaksud diantaranya Manajemen Perubahan, penataan Tata laksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan publik,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar Satker bisa berhasil meraih WBK/WBBM.

“Kita sudah melakukan konsolidasi. Ada yang masuk WBBM dan beberapa yang WBK. Gunakan kesempatan ini untuk membenahi kekurangannya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button