PemerintahanSumedang

Welly : Jabatan Kades 9 Tahun Karena Masalah Geopolitik di Desa

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia Cabang Sumedang, Welly Sanjaya, menyebutkan, massa jabatan Kepala Desa yang saat ini diperjuangkannya mengingat kondisi geopolitik di desa yang rawan akan konflik.

Ia menyebutkan, konflik Pilkades dengan Pileg berbeda, biasanya, jika massa jabatan anggota dewan berakhir, maka masalah konflik pemilu pun berakhir.

Baca Juga :  Rakor APDESI Sumedang, Rencana Undang KDM dan Bahas Penyesuaian Penghasilan hingga Polemik Kades Cintamulya

Berbeda halnya dengan Pilkades, untuk menyelesaikan masalah setelah pemilihan biasa akan terus berkepanjangan hingga masa jabatan Kades itu habis, masalah masih tetap ada.

Untuk itu dirinya, bersama rekan-rekan yang ada di APDESI memperjuangkan massa jabatan Kades yang tadinya 6 tahun jadi 9 tahun.

Baca Juga :  Jadi Narasumber di Forum Dinkes, Ketua APDESI Sumedang Soroti Peran Desa dalam Layanan Kesehatan

“Buktinya, rekan-rekan kami yang demo di gedung DPR RI, yang berangkat ada 245 Kades pergi ke Jakarta, sekira 90 persen dari total Kades di Sumedang,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/2/2023).

Di Jawa Barat sendiri, kata Welly, dari 5 Ribuan Kades, ada 4 Ribuan lebih yang berangkat ke Jakarta. Artinya mereka mendukung terkait massa jabatan Kades 9 Tahun, terlepas dari pro kontra yang ada.

Baca Juga :  Hadir sebagai Dewan Penasihat, Bos Persib Umuh Muchtar Apresiasi Ketua APDESI dan Minta Kades di Sumedang Perkuat Soliditas

Pengalamannya saat demo di Jakarta beberapa waktu lalu, Welly menyebutkan, saat negosiasi di Badan Anggaran DPR RI dirinya terdepan dalam menyampaikan aspirasinya.

“Semua fraksi setuju kok, baik itu pendukung Pemerintah maupun oposisi,” katanya kepada wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800