NasionalPendidikanSumedang

Melalui Projek Best Learning, Iis Sartika Berhasil Hidupkan Materi Energi di Kelas 3 SDN Manangga

Sumedang – Di tengah hamparan wilayah Sumedang Selatan, sebuah keajaiban kecil terjadi di dalam kelas SDN Manangga. Iis Sartika, selaku guru kelas 3 berhasil lakukan Inovasi pembelajaran.

Tak sekadar mengajarkan dari buku pelajaran, Ibu Iis Sartika membawa inovasi pembelajaran yang memukau, Project Best Learning menjadi modal pemikiran yang mengubah cara siswa memahami ilmu.

Iis berhasil melakukan pengondisian kelas saat memberikan teori yang kurang menarik, menjadi sebuah percobaan yang seru. Ya, dari sekadar imajinasi menjadi pengalaman nyata yang melekat di benak para peserta didik.

“Biasanya ketika saya bilang akan belajar tentang energi, wajah anak-anak langsung lesu. Mereka merasa materi itu sulit dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari,” cerita Ibu Iis Kartika, wali kelas III yang menjadi pionir penerapan model ini di sekolahnya.

Itulah alasan mengapa Ia memutuskan untuk mengubah paradigma pembelajaran. Dalam materi ini, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya sebatas pengetahuan tentang energi dan perubahannya, tetapi juga membangun pemahaman mendalam, melatih kemampuan berpikir kritis, dan mengasah keterampilan praktis yang bisa digunakan siswa di luar kelas.

Baca Juga :  DPRD Kawal Kinerja Pemda, Bupati Sumedang Siapkan Langkah Konkret Yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

“Dengan kolaborasi antar siswa dalam kelompok, hingga kelompok dengan kelompok. Inovasi ini didukung oleh kelas yang didesain sedemikian rupa, pojok baca, warna-warni menarik lainya menjadi modal kesuksesan penerapan model belajar Projek best learning ini.” Tuturnya.

Pembelajaran dimulai dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Setelah yelyel yang penuh semangat, absensi, apersepsi, dan doa bersama, siswa dan guru membuat kesepakatan untuk belajar dengan fokus dan saling membantu.

Kegiatan Belajar mengajar (KBM) terpantau asyik, seperti tak sadar bahwa guru tengah menjadi fasilitas utama dalam penerapan ilmu di kelas tersebut.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi MBG di Cimanggung, Distribusi hingga Kualitas Menu Jadi Sorotan

Langkah pertama, siswa diajak menjelajahi pojok baca kelas untuk mencari informasi dari kliping artikel terkait energi. Suasana langsung menjadi hidup dengan suara tanya jawab dan diskusi yang hangat antar teman sekelas.

Namun yang paling dinanti adalah momen praktikum, membuat kipas angin menggunakan bahan bekas berupa cup minuman.

Setiap kelompok bekerja dengan cara yang unik. Ada yang mengurus desain, yang lain mencari dan menyortir bahan, serta yang bertugas mengatur alur kerja tim. Tanpa disadari, mereka belajar berkomunikasi dengan baik, menghargai pendapat orang lain, dan bekerja sama untuk menghasilkan karya yang berfungsi.

Setelah proses pembuatan selesai, setiap kelompok tampil mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas, kemudian menyerahkan kipas angin beserta Laporan Kegiatan Peserta Didik (LKPD) kepada guru sebagai bukti perjalanan belajar mereka.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Unsap Olah Sampah Plastik Jadi Paving Blok, Warga Suriamedal Apresiasi Program Zero Waste

Validasi kebahagiaan siswa dalam belajar, pun tak luput dari desain keseluruhan rencana pelaksanaan pembelajaran. Setelah sesi praktik dan presentasi, siswa mengikuti uji tertulis untuk mengukur pemahaman materi.

Namun yang membuat kegiatan ini lebih istimewa adalah momen akhir, setiap murid menuliskan pesan dan kesan mereka selama proses pembelajaran di selembar kertas berwarna, yang kemudian ditempelkan rapi di dinding kelas sebagai bukti perubahan yang mereka alami.

“Anak-anak jadi lebih antusias datang ke sekolah. Mereka tidak lagi takut mencoba hal baru dan bahkan sering mengajukan ide untuk percobaan selanjutnya,” ucap Ibu Iis dengan senyum bangga.

Perubahan sikap pada siswa menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran yang tepat bisa membawa dampak besar. Semua ini tidak terlepas dari kerja sama erat antara guru dan murid sebagai pelaku utama perubahan pendidikan di sekolah.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800