Anggota DPR RI Ujang Bey Salurkan Bantuan Renovasi MDTA dan Santunan Yatim di Desa Hariang
Sumedang – Anggota DPR RI, Ujang Bey, menyalurkan bantuan renovasi untuk MDTA Baitul Hidayah sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa di Desa Hariang, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Amaliah, Dusun Hariang RT 06 RW 02 itu dihadiri masyarakat setempat, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan keagamaan dan masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan.
Kepala MDTA Baitul Hidayah, Tetin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk lembaga pendidikan tersebut.
“Terimakasih kepada Ujang Bey yang telah peduli memberikan bantuannya kepada kami. Semoga ini menjadi ladang amal baik, apalagi di bulan penuh berkah ini,” ujar Tetin.
Ia berharap bantuan renovasi tersebut dapat meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar bagi para santri di MDTA Baitul Hidayah.
Sementara itu, Kepala Desa Hariang, Karma Adi Suryana, menyambut kedatangan Ujang Bey yang menurutnya menjadi momentum silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Baru ketemu sama anggota DPR RI, ternyata ganteng dan masih muda. Selamat datang di Desa Hariang bisa bersilaturahmi dengan warga kami di mesjid ini,” kata Karma di hadapan warga.
Karma juga menyinggung hasil Pemilu sebelumnya di wilayah tersebut yang memberikan dukungan cukup besar kepada Ujang Bey.
“Alhamdulillah mengulas pemilu kemarin, di TPS ini, Ujang Bey suara terbanyak. Alhamdulillah sekarang datang memberikan bantuan ke sini. Walaupun beliau jauh tapi perhatian terhadap warga kami,” tuturnya.
Menurut Karma, kehadiran Ujang Bey di Desa Hariang diharapkan dapat semakin mempererat hubungan dengan masyarakat, apalagi saat ini yang bersangkutan juga menjabat sebagai Ketua Partai NasDem Sumedang.
“Apalagi sekarang beliau juga jadi Ketua Partai NasDem Sumedang, mudah-mudahan bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat Sumedang,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah desa juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat. Salah satunya terkait usulan pemberian insentif bagi kader PKK di tingkat desa.
“Kami juga mengusulkan agar kader PKK ada insentif, tolong sampaikan ke bapak bupati supaya dibuatkan aturannya,” kata Karma.
Selain itu, pihak desa juga menyampaikan adanya potensi kerajinan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Hariang yang membutuhkan dukungan peralatan agar dapat berkembang.
“Di sini juga ada kerajinan dan juga UMKM membutuhkan peralatan, semoga bisa dibantu,” ujarnya.
Karma juga menjelaskan persoalan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang belum dapat diterima oleh salah satu warga karena kendala administrasi terkait data kesejahteraan.
“Ada warga kami yang akan mendapatkan rutilahu, tapi ternyata tidak bisa menerima karena tidak masuk desilnya, tidak cocok desilnya untuk mendapatkan bantuan rutilahu,” katanya.
Ia menyarankan warga yang membutuhkan bantuan tersebut untuk melakukan penyesuaian data terlebih dahulu melalui bagian program pemerintah desa.
“Jadi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan rutilahu bisa menghubungi bagian program untuk merubah desilnya dulu agar bisa mendapatkan bantuan rutilahu, nanti kami ajukan lagi di tahun 2026 supaya mendapatkan bantuan tahun depan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Ujang Bey mengatakan dirinya sebelumnya telah berkunjung ke wilayah tersebut untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat.
“Beberapa bulan lalu saya datang ke tokoh masyarakat yang ada di sini, ngobrol-ngobrol silaturahmi. Sekarang saya ke sini lagi tidak dengan tangan kosong, tapi membawa bantuan kepada bapak ibu semua,” ujar Ujang Bey.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Hariang, khususnya bagi kegiatan pendidikan keagamaan dan warga yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi warga masyarakat yang ada di sini,” katanya.
Terkait usulan bantuan rutilahu yang disampaikan pemerintah desa, Ujang Bey menegaskan bahwa program tersebut harus memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku.
“Tadi ada pengajuan dari pak kades terkait bantuan rutilahu. Memang bantuan ini harus sesuai secara administrasi,” ujarnya.
Ia mendorong masyarakat untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa agar data administrasi yang diperlukan dapat disesuaikan.
“Untuk itu silakan warga di sini koordinasi dengan pemerintah desa untuk penyesuaian administrasi terkait desilnya. Nanti kalau sudah sesuai ajukan lagi dan insyaallah kita akan kawal sampai programnya terealisasi dan dirasakan oleh masyarakat Hariang,” kata Ujang Bey.







