Internasional

Sumedang Siap Menjadi Piloting Interoperabilitas GovTech World Bank

TAHUEKSPRES, WASHINGTON DC – Setelah dua hari mengikuti GovTech Global Forum di Headquarters World Bank Washington DC, delegasi Kabupaten Sumedang melakukan diskusi intensif dengan Dewan TIK Nasional (Wantiknas) selaku Co-Chair World Bank Working Group of Interoperability.

“GovTech Global Forum ini sangat bagus, Tapi lebih bagus lagi kalau ada tindak lanjutnya. Itu yang paling penting bagi Sumedang. Dan karena itu pula, hari ini kami berdiskusi dengan tim Wantiknas untuk merumuskan rencana aksi dan menjadikan Sumedang sebagai Piloting penerapan interoperabilitas GovTech,” ujar Herman Suryatman, Sekda Kabupaten Sumedang melalui keterangan tertulis kepada wartawan di Washingon DC, Jum’at (5/5/2023).

Baca Juga :  Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman Hari Ini Dilantik Jadi Sekda Jawa Barat

Dijelaskan Herman, interoperabilitas adalah suatu hal yang berkaitan dengan kemampuan sistem dan aplikasi berbasis teknologi yang berbeda untuk saling berkomunikasi serta berinteraksi. Melalui interoperabilitas, antara perangkat yang satu dengan yang lainnya akan mampu bertukar data secara cepat.

“Dengan pertukaran data yang cepat tersebut, maka proses pengambilan keputusan juga akan cepat. Demikian juga hasilnya akan lebih cepat didapatkan. Jadi interoperabilitas ini sangat penting dalam penerapan GovTech atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” tutur Herman.

Baca Juga :  Herman Suryatman Dilantik Jadi Sekda Jabar, Ini Daftar Undangan dari Unsur Pemerintahan Sumedang

Pada kesempatan itu, Gery Firmasyah, Direktur Eksekutif Sekretariat Wantiknas, mengatakan bahwa dirinya akan mendorong Kabupaten Sumedang menjadi Piloting pengembangan interoperabilitas GovTech.

“Capaian Sumedang dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik sudah bagus. Bahkan, terbaik nasional. Berikutnya bagaimana mengoptimalkannya melalui penguatan interopabilitas sehingga proses pengambilan keputusan pemerintahan akan efektif dan efisien,” ujar Gery.

Gery menuturkan, interoperabilitas akan mendukung pemerintahan yang digerakan oleh data atau data driven government. “Ujungnya adalah kepentingan masyarakat. Karena dengan dukungan data yang baik, pelayanan publik akan baik,” ungkapmya.

Diskusi tindak lanjut tersebut dilakukan setelah GovTech Global Forum usai. Hari pertamanya membahas tentang governance in digital era,, citizen centric service delivery dan measuring GovTech. Sedangkan hari keduanya, GovTech Global forum fokus pada building a GovTech ecosystem for innovation dan harnessing technology today for a greener tomorrow.

Baca Juga :  Pj Bupati Sumedang Pastikan Ruas Jalan Pasirhuni - Jingkang Diperbaiki APBD Perubahan Tahun 2024

“Agenda GovTech Global Forum hari kedua tidak kalah menarik dengan hari pertama. Ada dua diskusi pleno yang digelar, yakni tentang pelayanan yang berorientasi pada warga dan pentingnya GovTech untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan. Yang tidak kalah penting adalah tindak lanjutnya,” pungkas Herman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button