Sumedang Ngabatik 2026 Digelar, Angkat Identitas Daerah melalui Rangkaian Lomba Batik
SUMEDANG — Yayasan Batik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Sumedang Ngabatik 2026, sebuah program kebudayaan yang bertujuan menggali dan mengembangkan identitas khas daerah melalui lomba desain motif serta pembuatan batik.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan dukungan Galih Muda Berdaya sebagai panitia pelaksana. Program tersebut juga didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ketua Pelaksana Sumedang Ngabatik 2026, Cecep Yanyan D, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
“Kami ingin kekayaan sejarah, alam, seni tradisi, arsitektur, kuliner, tokoh, hingga kearifan lokal Sumedang diterjemahkan menjadi motif batik yang memiliki karakter kuat, filosofi yang jelas, serta berpotensi menjadi produk unggulan daerah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengumuman Lomba Desain Motif Batik Khas Sumedang pada Juli 2026. Pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung mulai 16 Juli hingga 9 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan proses seleksi dan penjurian pada 10 Agustus 2026.
Desain terbaik yang terpilih selanjutnya akan diwujudkan menjadi kain batik melalui keterlibatan para pembatik, kelompok pembatik, komunitas, sanggar, serta pelaku UMKM batik di Sumedang.
Setelah proses seleksi, kegiatan akan berlanjut dengan pengumuman desain terpilih, pelatihan dan pendampingan teknis membatik, proses produksi karya, penjurian hasil batik, hingga pameran dan penganugerahan bagi karya terbaik.
Secara keseluruhan, rangkaian Sumedang Ngabatik 2026 meliputi sosialisasi kegiatan pada Juli 2026, pendaftaran lomba 16 Juli–9 Agustus 2026, seleksi desain pada 10 Agustus 2026, pelatihan dan pembuatan batik selama Agustus, pendampingan produksi pada Agustus–September, penjurian, pameran, dan penganugerahan pada September–Oktober, serta publikasi karya bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional 2026.
Melalui program tersebut, panitia berharap Sumedang Ngabatik 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan motif batik yang menjadi identitas budaya Kabupaten Sumedang sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Informasi mengenai jadwal, petunjuk teknis, pendaftaran, dan perkembangan kegiatan dapat diakses melalui laman resmi sumedangngabatik.id serta media sosial resmi Sumedang Ngabatik 2026.