Sumedang — Makam yang dikeramatkan di Kompleks Astana Gede Cipaku, Desa Paku Alam, Sumedang, kembali terlihat jelas dan tertata rapi usai sempat terendam air beberapa bulan terakhir. Makam ini diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Prabu Lembu Agung, Raja Sumedang Larang kedua setelah pendiri kerajaan, Prabu Tajimalela.

Kini situs itu sudah dibersihkan dan dirapikan kembali oleh pengelola, sehingga kembali nyaman dikunjungi pengunjung. Warga yang hendak berziarah maupun aktivitas spiritual lainya. Keberadaan makom ini juga menjadi asal mula penamaan Kecamatan Darmaraja di Kabupaten Sumedang. Nama-nama raja Sumedang Larang seperti Gajah Agung, hingga Lembu Agung sendiri diambil dari nama Kerajaan Tembong Agung.

Di lokasi yang sama, Minggu (2/8/2026), Paguyuban RG Adji Poetih bersama Komunitas Kabuyutan Cipaku dan para kuncen menyelenggarakan acara Sema’an Al-Qur’an Bhinador. Kegiatan ini berupa khatam 30 juz secara estafet bersama-sama, yang dimulai pada pukul 09.30 sampai dengan 13.30 WIB.

“Acara ini digagas untuk membumikan Al-Qur’an, tidak hanya dibaca saat bulan Ramadhan saja. Insyaallah akan kita rutinkan sebulan sekali, karena ini juga warisan leluhur Cipaku yang dulunya senantiasa mendawamkan khataman Quran,” ujar Muhammad Nurul Ridwan, Kepala Sekolah Majelis Sekolah Dasar RG Adji Poetih.

Ke depannya, panitia berharap generasi muda makin terlibat agar tumbuh rasa cinta terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Air Surut, Pengelola Kembali Merapikan Situs

Juru Pelihara Situs Astana Gede, Muhammad Irwan Maulana menjelaskan, air yang sempat merendam kompleks makam kini sudah surut. Ia bersama tim segera menata kembali lokasi agar layak dikunjungi.

“Peziarah datang setiap hari, apalagi di momen yang dianggap keramat seperti bulan Muharram, Mauludan, hingga rutinan malam Jum’at Kliwon. Kalau air kembali naik, peziarah tetap bisa berdoa di saung atau tempat yang sudah disiapkan,” jelas Irwan.

Selain kunjungan peziarah harian, di Astana Gede Cipaku juga sudah terjalin kerjasama dengan komunitas untuk rutinan kliwonan, serta agenda besar tahunan Muharraman dan Mauludan yang sebentar lagi akan digelar.

Sementara itu, Ketua Bidang Udunan Karumasaan RG Aji Putih, Ki Edi Molor, memaparkan sejumlah program tiga bulan ke depan. Antara lain pembangunan Majelis Taklim Bujal Buana di Dusun Cilembu, perbaikan air bersih dan tempat wudhu serta MCK di Gunung Lingga Tajimalela, pembuatan Saung Jaroh di Sirah Cipaku, hingga pembangunan pendopo di Gunung Puncak Damar dan Gunung Padang.

Seluruh kegiatan keagamaan dan rutinitas di situs ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sejalan dengan program kerja yang telah disusun.