EkonomiSumedang

Produk UMKM Maranti Batik Warnai Kegiatan Kunker Pemkot Probolinggo dan Pemkab Mamuju di Sumedang

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Salah satu produk Industri Kecil Menengah (IKM) berupa batik khas Sumedang, berbagai jenis kopi khas Sumedang dan produk UMKM lainnya tampak mewarnai kunjungan kerja (kunker) Pemkab Mamuju Tengah Sulawesi Barat dan Pemkot Probolinggo Jawa Timur guna melakukan penandatanganan kesepakatan bersama Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Gedung Negara Sumedang Jawa Barat (Jabar), Selasa (23/5/2023).

Owner Maranti Batik, Hanifah mengapresiasi telah diikutsertakan dalam kegiatan tersebut guna memajangkan produknya yang diharapkan menjadi awal kebangkitan ekonomi bagi pelaku UMKM di Sumedang.

“Kami berharap Pemkab Sumedang terus mendorong dan mendukung seoptimal mungkin dalam rangka penguatan serta pengembangan bagi pelaku UMKM,” ucapnya.

Menurut Hanifah, batik khas Sumedang yang diproduksinya siap bersaing dengan batik dari daerah lain. Terlebih, batik Sumedang mempunyai ciri khas tersendiri.

Baca Juga :  Pj Bupati Sumedang Tempuh Disertasi S3 di IPDN Jakarta

“Nah, dengan adanya event seperti ini menjadi ajang promosi. Makanya kami selalu hadir diberbagai even kegiatan, baik level kabupaten maupun mancanegara meski hanya sekedar memamerkan produk semata. Ya, setidaknya orang atau pengunjung dari dalam negeri ataupun dari luar negeri bisa mengetahui tentang batik Sumedang yang dinilai syarat akan corak-corak tertentu,” katanya.

Selain itu, terang Hanifah, dirinya bersama komunitas perajin batik khas Sumedang yang lainnya terus konsen bagaimana caranya lebih memasyarakatkan lagi batik khas Sumedang.

“Saya merintis sebagai perajin batik ini sejak tahun 2010 lalu. Dan pada tahun 2013 sudah memiliki nama merk sendiri yakni, Maranti Batik,” katanya.

Baca Juga :  Pj Bupati Sumedang Tempuh Disertasi S3 di IPDN Jakarta

Selain itu, sambung Hanifah, ada beberapa jenis batik khas Sumedang yang diproduksi menurut kategorinya yakni, batik tulis, batik cap, ecoprint hingga jenis batik shibori.

“Untuk harganya sendiri sangat terjangkau dan bervariasi mulai dari harga Rp 85 ribu sampai dengan Rp1,5 juta,” terangnya.

Namun demikian, terang Hanifah, batik khas Sumedang tersebut memiliki 9 motif atau corak yang telah tertuang sebagaimana Peraturan Bupati (Perbup) Sumedang nomor 13 tahun 2009 yakni, bergambar Lingga, Binokasih, Kujang, Naga, Manuk Julang, Kembang Angkok Wijayakusumah, Teratai, Hanjuang dan Ragam Hias Pajajaran.

Sebenarnya ada banyak motif batik khas Sumedang ini yang tidak tertuang dalam Perbup nomor 13 tahun 2009 diantaranya, motif Sasakala Cadas Pangeran, Kuda Renggong, Gerbang Srimanganti dan lainnya,” tutur Hanifah.

Baca Juga :  Pj Bupati Sumedang Tempuh Disertasi S3 di IPDN Jakarta

Lebih dari itu, Hanifah berujar, peran Pemkab Sumedang dalam rangka memasyarakatkan batik khas Sumedang lebih optimal lagi tentu sangat diharapkan. Meskipun, sebelumnya berbagai upaya telah banyak dilakukan.

“Kami berharap produk IKM batik khas Sumedang terus bertahan, bahkan semakin maju dan berkembang. Terlebih, para perajin batiknya dapat melahirkan generasi penerus yang handal. Bagi anda yang ingin mengetahui informasi tentang batik khas Sumedang dan pemesanan bisa menghubungi call center kami di nomor 08112238988,” tukas Hanifah perajin batik asal Kabupaten Sumedang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button