Agama

Menuju Indonesia Emas 2045, Ormas Islam Al-Jam’iyatul Washliyah Sumedang Miliki Peran Strategis di Era Digital

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Al-Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Sumedang dan Seminar Nasional yang mengusung tema, Peran Strategis Ormas Islam dalam Era Digital menuju Peradaban Indonesia Emas 2045 di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (29/12/2022).

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengapresiasi Rakerda dan Seminar Nasional yang diwarnai dengan Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Al-Jam’iyatul Washliyah serta Muslimat Al Washliyah se-Kabupaten Sumedang Periode 2022-2027.

“Saya berharap era digital saat ini dapat dimaanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua pihak. Termasuk oleh Organisasi Kasyarakatan (Ormas) Islam Al-Jam’iyatul Washliyah yang juga memiliki peran dalam kemajuan pembangunan di Indonesia,” ujar Bupati.

Selain itu, imbuh Bupati, melalui kegiatan tersebut diharapkan Al-Jam’iyatul Wahsliyah dapat berkolaborasi dengan visi misi Pemkab Sumedang yakni mewujudkan Sumedang Simpati (Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional dan Kreatif).

Di kesempatan itu, Ketua Pengurus Harian Al-Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Sumedang, H. Budiana, M.Pd. mengatakan, bahwa yang melatarbelakangi kegiatan tersebut karena perkembangan dunia digital yang sangat pesat mempunyai dampak pada seluruh sektor, seperti politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan bahkan disektor agama.

Baca Juga :  Ini Kiprah Herman Suryatman Hingga Menjabat Sekda Jabar

“Nah, oleh para ahli ilmu sosial hal ini disebut era disrupsi. Dalam sektor keagamaan, era disrupsi ini dapat menjadi dampak positif sebagai sarana dakwah Ormas Islam. Terutama Ormas yang lahir sebelum Indonesia merdeka, seperti, Al-Jam’iyatul Washliyah (Al-Washliyah), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam, Syarikat Islam, PUI, dan Mathlaul Anwar,” katanya.

Buadiana mengatakan, Ormas Islam dinilai perlu merespon perkembangan zaman dengan menyusun langkah-langkah yang strategis dan sistematis agar dapat meng-counter ideologi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila maupun Ajaran Agama seperti atheis, komunis, sosialis, gerakan LGBT dan lainnya.

Olehsebab itu, sambung Budian, sebagai Ormas Islam di Indonesia, Al-Washliyah memiliki peran yang sangat besar dalam proses transformasi Islam di tengah-tengah masyarakat, termasuk dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Tugas Pertama PLH Bupati Sumedang, Tuti Ruswati Luncurkan Layanan Kedaruratan 112

“Selama ini, Al-Washliyah memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan masyarakat, serta tumbuh dan berkembang bersama masyarakat termasuk di Kabupaten Sumedang. Faktor ini pula yang kemudian memungkinkan menjadikan Al-Washliyah sebagai salah satu agen perubahan sosial (agent of social change) dalam rangka meneruskan tugas dalam menegakkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Menurut Budiana, apa yang dilakukan oleh Al-Washliyah selama ini pada dasarnya merupakan perwujudan dari upayanya untuk mencapai maksud dan tujuan organisasi gerakan Al-Washliyah itu sendiri yakni, Al Washliyah bertujuan menegakkan ajaran Islam, amar ma’ruf nahi munkar untuk terciptanya masyarakat beriman, bertaqwa, cerdas, amanah, adil, makmur yang diridhai Allah SWT. Bahkan, sebagai tindak lanjutnya, Al-Washliyah juga telah menggariskan usaha-usaha, program dan kegiatannya.

Tak sampai disitu, kata Budiana, Program Pengurus Daerah Al-Jam’iyatul Washliyah Sumedang Periode 2022-2027 merupakan hasil Rakerda Al-Jam’iyatul Washliyah Sumedang pada 22 April 2022 lalu.

Baca Juga :  Pemkab Sumedang Siapkan Formasi 200 CPNS dan 400 PPPK di Tahun 2024, Ini Rinciannya

Ia melanjutkan, untuk pelaksanaan Seminar Nasional pada materi ke-1 mengangkat tema, Peran Strategis Ormas Islam dalam Era Digital Menuju Peradaban Bangsa Indonesia Emas
tahun 2045 yang dibawakan oleh sejumlah narasumber diantaranya, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, MM. (Ketua Umum PB Al-Jam’iyatul Washliyah), Prof. Dr. H. Deding Ishak Suja’i, SH, MH. (Pengurus MUI dan PB Al Jam’iyatul Washliyah), dan
Drs. H. Zaenal Alimin, MM. (Ketua Dewan Penasehat Al-Washliyah Kabupaten Sumedang).

“Kemudian untuk pemateri ke-2 mengusung tema, Mendidik Generasi Indonesia yang Memiliki Iman, Taqwa (IMTAQ) serta Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Digital di Masa Depan.

Ada sejumlah narasumber yang dihadirkan diantaranya, Drs. H. Agus Wahidin, M.Si. (Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumedang), H. Ridwan Solihin, SIP, M.Si. (Pengurus Ikatan Sarjana Al-Washliyah Pusat sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jabar), dan H. Asep Komarudin, M.Ud. (Sekretaris PW Al-Washliyah Jabar),” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button