Sumedang – Puluhan rumah warga di Desa Cisampih terkena banjir lumpur akibat longsoran lahan pertanian yang terjadi pada Sabtu (28/03/2026).
Kejadian ini diduga dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang yang berlangsung selama dua jam mulai sekitar pukul 15.30 Wib.
Lahan pertanian yang berada di atas pemukiman longsor ke area bawahnya, membawa material berupa kayu dan batu-batuan. Material tersebut menyumbat saluran air sekitar lokasi, sehingga air tumpah dan menghantarkan lumpur ke pemukiman warga.
Di lokasi kejadian, sejumlah warga terlihat sibuk membersihkan material longsor, tanah lumpur, bebatuan, ranting, dan batang pohon yang terseret oleh derasnya air hujan.
Kepala Desa Cisampih Yanti Yulianti menjelaskan, bahwa kemarin sore telah turun hujan lebat. Sekitar 2 Jam kemudian terdapat lahan warga alami longsor.
“Lahan warga yang longsor di atas pemukiman, sebab ada saluran air tersumbat material longsor, kayu dan batu-batuan. Pas saluran tersumbat, air langsung tumpah ke pemukiman.” Terangnya.
Menurutnya, sekitar 20 rumah terdampak, selain lahan garapan warga seperti sawah dan kolam ikan. “Yang agak parah disertai lumpur ada empat rumah,” tambahnya.
Hal serupa juga dituturkan oleh seorang warga, Iming (48). Bahkan, bersama warga, Ia gotong royong melakukan evakuasi material longsor sejak tadi pagi.
“warga sudah mengangkutnya sejak semalam sampai pagi ini, belum selesai. Ada bantuan dari dinas juga. Intinya hujannya terlalu besar, membawa bebatuan, kayu, dan akar-akaran.” Katanya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, jalan utama desa, pemukiman, masjid, serta beberapa barang rumah tangga warga terkena dampak banjir lumpur.
Upaya pemulihan kondisi area terdampak masih berlangsung. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan perbaikan fasilitas umum bisa dilakukan secepatnya.*







