Sosial

Dapat Insentif Hanya Ratusan Ribu Perbulan, Honorer Disdik Sumedang Demo Tuntut Kesejahteraan

Tenaga honorer Kategori II di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) demo ke Kantor DPRD Sumedang menuntut kesejahteraan, Selasa (10/1/2023).

Supriatna, selaku kordinator aksi menyebutkan, selama ini tenaga honorer di lingkungan Disdik hanya digaji ratusan ribu rupiah perbulan.

Untuk itu dirinya mendorong untuk ada kenaikan insentif bagi para tenaga honorer.

“Alhamdulih kemarin ada pencerahan baik terkait kesejahteraan, yang InsaAlloh akan kami dorong dan kawal di perubahan anggaran 2023 nanti,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/1).

Sedangkan terkait formasi PNS/P3K di lingkungan Disdik Sumedang, kata Supriatna, dikarenakan aturan formasi merupakan kebijakan dari pemerintahan pusat, maka pihaknya akan ikut mengawal ke KemenpanRB dan akan di agendakan Pada Hari Jum’at Tanggal 13 Januari 2023 berangkat ke Jakarta.

Baca Juga :  8 Parpol Peraih Kursi DPRD Sumedang Dapatkan Bantuan Keuangan Rp1,2 Miliar

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Komisi III, DPRD Sumedang, yang menjadi mitra kerja Disdik Sumedang, Anisa Choeriah, menyebutkan, bahwa anggaran yang semula Rp10 Miliar untuk insentif tenaga honorer tetap akan diberikan kepada tenaga honorer di tahun 2023, tidak berkurang maupun bertambah, lantaran anggaran APBD Tahun 2023 sudah ketok palu.

Adapun isu yang diambil Rp2 Miliar dari anggaran semula Rp10 Miliar untuk kebutuhan PPPK itu tidak akan berpengaruh bagi insentif tenaga honorer yang ada.

Baca Juga :  Duduki 12 Kursi di DPRD Sumedang, Caleg Perempuan Diharapkan Perkuat Program Kaumnya

“Tidak berkurang dan tidak bertambah. Kalaupun bertambah nanti bisa di alokasikan di anggaran perubahan tapi tidak sesuai UMK,” katanya.

Umi Nisa juga menyarankan kepada Pemda Sumedang untuk menggunakan anggaran skala prioritas.

“Jangan membangun hal tidak berguna, tapi harus memiliki skala prioritas dalam rangka memanusiakan manusia,” katanya.

Umi Nisa menyayangkan, yang berpendidikan saja gajinya ratusan ribu, bagaimana yang tidak berpendidikan.

Terlebih, kata Umi Nisa, Sumedang memiliki slogan Sumedang SimPATI, kata S pertama adalah sejahtera. “Jadi tolong kepada Bapak Bupati agar bisa mensejahterakan para tenaga honorer yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun untuk negara,” ucapnya.

Baca Juga :  Ini Alasan Pemkab Sumedang Berlakukan Sertifikasi Self Declare bagi Pedagang Makanan di Lingkungan Sekolah

Demonstrasi ini juga mendapatkan pengawalan yang ketat dari pihak kepolisian. Sehingga demo berjalan aman dan tertib.

“Alhamdulilah, aksi ini sendiri berjalan lancar dan tertib sehingga masa aksi dapat menyuarakan aksinya dengan baik dan diterima oleh perwakilan dari DPRD Kabupaten Sumedang,” ujar Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana.

Menurutnya, Polres Sumedang menurunkan sebanyak 157 personil untuk melakukan Pengamanan demonstrasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button