Pemilu 2024

268 Pengawas TPS di Jatinangor Sumedang Dilantik

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Sebanyak 268 Pengawas TPS (PTPS) yang ada di Kecamatan Jatinangor serentak dilantik di Aula Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Minggu (22/1/2024). Dalam pelantikan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Sumedang, ketua Panwascam Kecamatan Jatinangor, dan Unsur Forkopimcam Kecamatan Jatinangor.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumedang, Ade Adrianta Sinulingga, mengucapkan selamat kepada para PTPS di Kabupaten Sumedang yang telah dilantik. Ia pun mengingatkan bahwa PTPS merupakan ujung tombak pengawasan pemilu.

“Perlu bapa ibu ketahui PTPS adalah ujung tombak dari pengawasan, PTPS bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya,” pesannya.

Ade menyebutkan Terkait hal-hal teknis akan diselenggarakan Bimbingan Teknis kepada PTPS yang ada di Kecamatan Jatinangor.

“Supaya bapa ibu bisa memahami bagaimana teknis pengawasan yang dilaksanakan apa saja yang harus diawasi, karena sejatinya apa yang bapa ibu lakukan tidak lepas dari kerja tim yang harus berkoordinasi,” sambungnya.

Ade pun mengatakan tugas PTPS tidak hanya mengawasi saat pencoblosan di TPS, namun juga mengawasi diluar waktu tersebut seperti pada masa tenang.

“Ketika kampanye pada masa tenang, itu merupakan pelanggaran masa tenang. Terus pelanggaran politik uang, karena masih banyak peserta pemilu yang menunggu atau mempersiapkan mendapatkan simpati atau suara dari masyarakat,” paparnya.

Ia pun berpesan kepada PTPS untuk  menjaga kebugaran tubuh saat bekerja. “Bapa ibu diharapkan bisa fokus dan bisa menjaga ritme kerjanya. Walaupun kami dari Bawaslu sudah mengcover apabila sakit saat melakukan pengawasan,” imbuhnya.

Pada kesempatan terpisah, Camat Jatinangor, Herry Dewantara mengatakan Jatinangor memiliki 70ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) memiliki hak pilih yang tersebar di 684 TPS. Sehingga hal tersebut membutuhkan koordinasi antara PTPS dengan berbagai pihak.

“Saat masa tenang koordinasi berkaitan dengan APK yang susah dicabut oleh pihak kecamatan karena ada di TPS, maka koordinasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

“Bapak ibu tidak bisa bekerja sendiri, harus koordinasi dengan pengawas desa, pengawas kecamatan dan seterusnya. Keberhasilan PTPS hasil dari koordinasi yang baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button