Sumedang – Sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumedang terpilih mendapatkan pendampingan penuh legalitas hingga uji nutrisi berstandar internasional dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Program ini merupakan kolaborasi strategis bersama Forum UMKM Kabupaten Sumedang untuk mendorong produk lokal tembus pasar global.
Kegiatan bertajuk Gebyar Legalitas dan Pelatihan ini digelar di Aula Tampomas Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (28/7/2026).
Ketua Forum UMKM Kabupaten Sumedang, Hida Nurul Millah, mengatakan antusiasme pelaku usaha luar biasa sejak pendataan dibuka mulai Februari lalu. Setelah melalui proses kurasi ketat, terpilih 100 peserta yang memenuhi syarat utama yaitu sudah memiliki PIRT dan masa simpan produk minimal tujuh hari.
“Kesempatan ini benar-benar kami jaga karena Bursa Efek hadir khusus mendukung UMKM Sumedang. Targetnya, 100 peserta ini nantinya bisa menjadi perusahaan yang layak dan mampu bersaing hingga tingkat internasional,” ujar Hida.
Salah satu kendala utama UMKM saat ingin menembus pasar ekspor adalah biaya uji nutrisi berstandar internasional yang mahal. Melalui program ini, BEI akan menanggung seluruh biaya tersebut sekaligus mendampingi hingga perizinan legalitas lengkap.
“Alhamdulillah ini seperti hadiah dari Allah. Kendala uji nutrisi yang selama ini jadi penghalang ekspor kini bisa teratasi berkat dukungan ini,” tambahnya.
Saat ini Forum UMKM mencatat terdapat lebih dari 2.000 pelaku usaha terdata di Sumedang, di mana sekitar 1.200 di antaranya tercatat aktif melalui keberadaan produk di gerai-gerai resmi maupun partisipasi di berbagai acara.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Iding Pardi, menjelaskan pentingnya legalitas bagi pelaku usaha agar tidak hanya sekadar bertahan hidup. Ia mengumpamakan legalitas seperti surat-surat kendaraan.
“Kalau kendaraan tidak punya surat, bisa jalan tapi tidak bisa jauh, selalu was-was, nilainya pun rendah. Begitu juga usaha, kalau tidak punya legalitas tidak akan bisa dipercaya, tidak bisa berkembang luas,” ungkap Iding.
Data menunjukkan saat ini terdapat 65 juta UMKM di Indonesia yang menyumbang 61% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja. Oleh karena itu, pertumbuhan UMKM sangat menentukan kemajuan perekonomian nasional.
BEI berharap dukungan ini menjadi langkah awal agar UMKM Sumedang perlahan tumbuh menjadi perusahaan besar yang nantinya bisa melantai di bursa efek.
“Kami tidak hanya mengedukasi investasi, tapi juga membimbing perusahaan tumbuh dengan tata kelola yang baik. Mulai dari legalitas, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran,” kata Iding.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila yang hadir mewakili Bupati Dony Ahmad Munir, mengapresiasi kolaborasi ini. Ia mengingatkan pelaku usaha untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
“Kita tidak tahu kapan rezeki besar datang. Bisa jadi sekarang usaha masih kecil, tiba-tiba melesat punya ribuan pegawai. Kalau saat itu datang tapi legalitas belum lengkap, sayang sekali,” ujar Fajar dalam sambutanya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri terus mendukung kemajuan UMKM melalui berbagai program, seperti Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan bunga hanya 3% di mana 8% sisanya ditanggung pemerintah.
Selain itu, Pemda juga mewajibkan seluruh instansi pemerintah untuk membeli kebutuhan konsumsi dari produk UMKM lokal.
“Gunakan teknologi dan media sosial untuk mem-branding produk. Era sekarang kita yang harus jemput bola, bukan menunggu pembeli datang. Semoga dari sini lahir CEO-CEO hebat asal Sumedang yang mendunia,” tutup Fajar.










