Wamendag: Metrologi Kunci Perdagangan Terpercaya, 67 Wisudawan Akmet Siap Berkontribusi

Sumedang — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan peran strategis metrologi legal sebagai fondasi perdagangan yang adil, tertib, dan tepercaya. Penegasan itu disampaikannya saat memimpin Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-8 Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) di Kampus Akmet, Sumedang, Kamis (24/9/2026).

“Metrologi bukan hanya tentang angka dan alat ukur, tetapi juga tentang kepercayaan. Setiap hasil pengukuran harus dapat dipertanggungjawabkan karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Wamendag Roro.

Kementerian Perdagangan berkomitmen terus mencetak sumber daya manusia unggul di bidang metrologi melalui Akmet. Hingga tahun 2026, akademi ini telah meluluskan 430 orang yang kini tersebar bekerja di instansi pemerintah, industri, hingga jasa, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Sebanyak 67 wisudawan Ahli Madya Metrologi dan Instrumentasi dikukuhkan pada wisuda kali ini dengan rata-rata IPK 3,57 dan tertinggi 3,90. Sebanyak 35 orang lulus Dengan Pujian, 31 orang Sangat Memuaskan, dan 1 orang Memuaskan. Dukungan beasiswa dari KT&G juga telah membantu 64 mahasiswa berprestasi pada tahun 2025.

Seiring perkembangan teknologi, kebutuhan kompetensi metrologi juga terus berkembang, termasuk untuk kendaraan listrik dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kementerian Perdagangan bersama KOICA telah memulai kerja sama pembangunan sistem metrologi legal dan laboratorium pengujian alat ukur pengisi daya kendaraan listrik sejak Juni 2025. Proyek yang berlangsung selama lima tahun ini mencakup pengembangan laboratorium, regulasi teknis, hingga penguatan SDM.

Akmet diharapkan menjadi agen terdepan dalam pemutakhiran kompetensi SDM metrologi nasional melalui kerja sama dengan berbagai institusi, termasuk dari luar negeri.

“Kami berharap para lulusan Akmet dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada dengan terus mengembangkan kompetensi, berani berinovasi, dan mampu menciptakan peluang usaha sesuai dengan bidang yang dikuasai,” harap Wamendag Roro.

Salah satu wisudawan, Dafa Muhammad Farid, mengaku ilmu yang didapatnya mencakup penggunaan, pengujian, kalibrasi, hingga tera ulang alat ukur. Ia berharap dapat mempraktikkan ilmunya demi terciptanya lingkungan tertib ukur yang tepercaya dan dapat diandalkan.