Sumedang – Viral di media sosial bangunan masjid yang tenggelam di Dusun Betok, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang kembali muncul ke permukaan akibat surutnya air Waduk Jatigede. Masjid masih berdiri kokoh, ornamen lafadz Allah dan Nabi Muhammad pun masih tampak utuh.
Bangunan tersebut adalah Masjid Al Ikhlas yang telah tenggelam selama 11 tahun oleh genangan air Waduk Jatigede. Masjid muncul dalam keadaan kokoh meski sudah tidak memiliki atap.
Ornamen lafadz Allah dan Muhammad masih tampak jelas di bagian atas dinding masjid. Kondisi tersebut yang membuat video penampakan masjid tersebut viral di media sosial.
Kembalinya masjid ini disebabkan surutnya air Waduk Jatigede akibat kemarau panjang yang sudah berlangsung selama lima bulan lebih. Surutnya air membuka kembali area yang dulu merupakan permukiman warga.
Menurut warga, bukan hanya bangunan masjid, tembok-tembok bangunan rumah lama pun ikut bermunculan di area tersebut. Warga setempat menyebut dulunya kawasan itu merupakan area padat penduduk sebelum pembangunan waduk.
Sementara di lokasi yang surut, kini menyisakan tanah retak yang dipenuhi kerang mati dan rerumputan yang diambil warga untuk pakan ternak kambing. Kondisi pesisir waduk tampak kering dengan retakan tanah yang luas.
“Disini dulu permukiman, sekarang muncul lagi. Rumputnya kami ambil untuk pakan kambing,” kata Anwar Hidayat, salah satu warga, Selasa (6/11/2026).
Elevasi normal Bendungan Waduk Jatigede sendiri berada di ketinggian 260 mdpl. Sementara kini kondisi waduk yang surut berada di elevasi 236 mdpl atau surut sedalam 24 meter.
Fenomena surutnya Waduk Jatigede ini kembali mengingatkan publik akan sejarah pembangunan waduk terbesar kedua di Indonesia tersebut yang menenggelamkan puluhan desa di Sumedang pada 2015 lalu.












