Perhelatan Bintang Bola Santri 2026 Segera Digelar, Ayo Daftarkan Tim Kesebalasan Pesantrenmu

Meme perhelatan Bintang Bola Santri 2026 menjelang peringatan Hari Santri Nasional di Jabar. (FOTO: Istimewa)

BANDUNG – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang kerap dilaksanakan pada 22 Oktober, akan digelar laga pertandingan sepak bola bertajuk Bintang Bola Santri Jawa Barat (Jabar) 2026 dengan melibatkan santri yang akan bertanding antar Pondok Pesantren (Pontren) se-Jabar sebagai ajang mencari bakat muda, merawat sportivitas, serta mempererat kebersamaan antar-santri.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Bintang Bola Santri 2026, Jandri Ginting SH., MH., MM. kepada wartawan di Bandung Jabar, Selasa (6/10/2026).

“Tentu saja kegiatan ini digelar dengan tujuan utama mengembangkan bakat olahraga santri, membangun karakter yang baik, dan mendorong kebugaran fisik. Saya berharap, kegiatan Bintang Bola Santri 2026 ini bisa menghasikan bakat-bakat pesepakbola handal,” ucap Jandri.

Menurut Jandri, Jabar merupakan daerah dengan jumlah pondok pesantren terbanyak se-Indonesia. Pada tahun 2026 Jabar memiliki sekitar 12.977- 13.005 lembaga pesantren (peringkat 1 nasional) dengan jumlah santri sekitar 646.143 Orang. Angka ini menunjukan tingginya tingkat populitas Santri di Jabar.

“Di dunia sepak bola Indonsesia tentunya tidak pernah terlepas dari nama Jabar. Mengingat prestasi dan tolak ukur sepak bola nasional selalu ada nama Jabar di dalamnya. Sangat masuk diakal jika di provinsi ini hampir setiap sudut daerah selalu ditemukan aktivitas sepak bola yang melibatkan semua kalangan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, sambung Jandri, dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2026 dengan kegiatan positif ini sebagai upaya untuk mewujudkan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, handal, berkualitas serta berwawasan. Apalagi dapat berpatisipasi secara optimal dalam pencapaian prestasi yang diharapkan.

“Kami juga ingin mewujudkan kompetisi sepak bola usia emas dilingkungan Santri yang bermutu, terarah, terpadu, berjenjang dan berkesinambungan, guna mendorong terciptanya satuan kegiatan olahraga sepak bola di tingkat sekolah, khususnya satuan pendidikan Pontren dan sederajat,” katanya.

Pihak panitia juga memberikan kesempatan bagi bakat-bakat sepakbola dari lingkungan Pontren yang berkualitas dan dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Ya melalui momentum ini juga kami mencari bintang sepak bola terbaik dari berbagai Pontren se-Jabar. Setidaknya menargetkan ada 11 bintang bola Santri untuk difasilitasi ke jenjang karir menuju profesional,” ucap Jandri.

Selain itu, kata Jandri, kegiatan Bintang Bola Santri se-Jabar akan diikuti minimal sebanyak 16 tim kesebelasan Pontren se-Jabar dengan melibatkan 480 Santri sebagai pemain atau 30 pemain setiap timnya.

Kemudian, ada babak penyisihan dengan 24 pertandingan, dimana 16 tim dibagi kedalam 4 grup dan masing-masing grup diisi oleh 4 tim dengan menggunakan sistem setengah kompetisi. Bagi juara dan runner up grup otomatis lolos ke babak 8 besar.

Selanjutnya, pada babak 8 besar ada 4 pertandingan dengan diikuti oleh 4 tim juara grup, 4 tim runner up grup, dengan sistem gugur, pemenang lolos ke babak 8 besar.

Lalu, pada babak semi final, ada 2 pertandingan dengan 4 tim pemenang dari babak 8 besar dengan sistem gugur, selanjutnya pemenang lolos ke babak final.

Setelah itu, 2 tim pemenang semi final akan memperebutkan juara 1 dan 2. Nah, untuk 2 tim kalah dari babak semi final akan memperebutkan peringkat ketiga.

Lebih jauh, Jandri menerangkan, bahwa kegiatan Bintang Bola Santri se-Jabar ini diikuti oleh tim kesebelasan dengan usia pemain dibawah 17 tahun yakni, pemain kelahiran 1 Januari 2009 – 31 Desember 2012 dengan dibuktikan oleh akte kelahiran dan data kependudukan yang valid.

“Untuk semua pemain merupakan Santri bagian dari lingkaran pendidikan di Pontren. Peserta juga dibuktikan dengan dokumen data santri dari Pontren tersebut.

Status pemain merupakan pemain amatir sesuai dengan catatan resmi dari PSSI selaku otoritas sepak bola di Indonesia.

Nah, bagi pemain profesional tidak boleh bermain dalam event ini,” jelasnya.

Selain itu, imbuh Jandri, untuk tahapan pendaftaran peserta, panitia akan menyerahkan formulir dan aplikasi kepesertaan. Kemudian, melakukan pengisian album pemain, tim skrining panitia melakukan verifikasi, jika dinyatakan lulus panitia mengeluarkan ID Card peserta. Selanjutnya, seluruh peserta bersiap untuk bertanding.

“Proses pendaftaran pemain ini dilakukan secara online, gratis biaya pendaftaran. Jadwalnya, pada 28-10 Oktober 2026 pre event yakni, pendaftaran tim peserta, pararel jika tim sudah melengkapi syarat pendaftaran dapat melakukan skrining pemain.

Lalu, pada tanggal 12-18 Oktober 2026, pre event skrining pemain dan technical meeting, di tanggal ini pemain harus sudah penyelesaikan pendaftaran pemain.

Kemudian, pada 22 Oktober – 5 November 2026, akan diawali dengan babak penyisihan yang berlangsung sejak 22-28 Oktober 2026. Kemudian, untuk babak 8 besar dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2026. Sedangkan babak semi final dijadwalkan pada tanggal 2 November 2026, dan babak final akan berlangsung pada tanggal 5 November 2026 mendatang,” terang Jandri.

Dikatakan Jandri, untuk venue event, pihaknya telah menyiapkan sejumlah lapangan sepak bola diantaranya, Stadion Arcamanik Bandung, Stadion Sidolig, Lapangan Lodaya Bandung dan Lapangan Saraga ITB.

“Mohon do’a dan dukungannya dari semua pihak terkait agar kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang bertajuk Bintang Bola Santri se-Jabar ini berlangsung lancar.

Saya sampaikan juga bagi peraih juara 1 akan mendapatkan piala dan medali berikut uang pembinaan, juara 2 dan 3 akan mendapatkan medali dan uang pembinaan. Nah untuk 11 pemain terbaik by scooting akan mendapatkan beasiswa pendidikan sepakbola,” tandas Jandri Ginting. (*)