Diikuti Sejumlah Pontren di Jabar, “Bintang Bola Santri” Digelar Jelang Hari Santri 2026

Ilustrasi santri sedang membawa bola guna memeriahkan Bintang Bola Santri menjelang Hari Santri Nasional di Jabar, Selasa (6/10/2026). (FOTO: Istimewa)

BANDUNG – Dalam rangka menyambut Hari Santri 2026 yang kerap diperingati setiap tanggal 22 Oktober, sebuah ajang pencarian bakat sepak bola bergengsi bertajuk Bintang Bola Santri 2026 resmi diluncurkan.

“Ya pertama kalinya, program Bintang Bola Santri ini dikhususkan bagi para santri aktif dibawah usia 17 tahun dari berbagai Pondok Pesantren (Pontren) di seluruh wilayah Jawa Barat (Jabar) yang memiliki bakat, disiplin tinggi, serta ketertarikan kuat di dunia sepak bola,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Bintang Bola Santri, Jandri Ginting, SH., MH., MM. kepada wartawan di Bandung Jabar, Selasa (6/10/2026).

Jandri menjelaskan, Bintang Bola Santri 2026 dirancang khusus untuk menemukan, membina, dan menyalurkan potensi terpendam para santri di dunia olahraga.

“Kehadiran program ini menjadi bukti nyata bahwa kehidupan dan aktivitas di lingkungan pesantren sama sekali tidak menghalangi para santri untuk menorehkan prestasi emas di lapangan hijau,” ujar Jandri.

Selain itu, sambung Jandri, program tersebut mengemban misi besar untuk membuka jalur prestasi baru bagi generasi muda berbasis agama.

“Kami ingin menjadi jembatan bagi pesepak bola muda berbasis pesantren untuk menembus karier profesional di tingkat nasional maupun internasional. Ini adalah momentum berharga untuk membuktikan bahwa santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga mampu bersaing serta bersinar di panggung sepak bola profesional,” kata Jandri.

Ia menerangkan, bahwa tahapan seleksi dan pembinaan

Program Bintang Bola Santri 2026 akan dilaksanakan melalui tiga tahapan terstruktur, diantaranya :

1. Audisi Regional

Tim pemandu bakat (scouter) akan mengunjungi beberapa titik zona di Jawa Barat—termasuk wilayah Priangan Timur, Bogor-Bekasi, Cirebon-Indramayu, dan sekitarnya—untuk menyeleksi ratusan santri secara langsung.

2. Karantina dan Pelatihan

Santri yang lolos seleksi akan memasuki kamp pelatihan khusus. Mereka akan digembleng oleh pelatih profesional untuk mengasah taktik, kemampuan fisik, dan mental bertanding.

3. Turnamen Final

Puncak acara berupa kompetisi antar persantren terbaik yang akan dipantau langsung oleh agen sepak bola, klub-klub Liga Indonesia, serta pemandu bakat tim nasional.

Tak sampai disitu, sambung Jandri, keunggulan program tersebut guna membangun keseimbangan karakter dan peluang profesional.

“Jadi, ajang ini tidak hanya fokus pada kemampuan olah bola. Nilai lebih utama dari pembinaan Bintang Bola Santri 2026 adalah komitmen menjaga keseimbangan karakter.

Terlebih, seluruh peserta akan tetap di didik untuk mengedepankan nilai-nilai religius, sportivitas, dan akhlakul karimah khas santri selama kompetisi berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi dan keberlanjutan karier, para pemenang serta pemain terbaik dalam ajang ini berkesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan serta jalur masuk langsung ke akademi sepak bola profesional.

Melalui Bintang Bola Santri 2026, sepak bola tanah air diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta baru yang terdidik secara mental, tangguh secara fisik, dan memiliki keluhuran budi pekerti,” pungkas Jandri Ginting. (*)