NasionalPemerintahanSumedang

Ratusan Kades di Sumedang Ikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang bekerja sama dengan Badan pengawasan dan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa di Aula Tampomas Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) Jabar, Sabtu (8/4/2023).

Workshop secara resmi dibuka oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dan diikuti para kepala perangkat daerah, Camat, berikut 270 orang Kepala Desa (Kades) baik secara langsung maupun Daring.

Baca Juga :  PLN UP3 Sumedang Gencar Lakukan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik

Kegiatan itu, melibatkan narasumber dari Komisi XI DPR RI, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, KPPN Sumedang dan Perwakilan BPKP Provinsi Jabar.

Koordinator Pengawas BPKP Perwakilan Provinsi Jabar, Risnandar menyampaikan, workshop bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pegawai Pemda dan para perangkat desa dalam mengelola keuangan desa.

Selain itu, pelaksanaan workshop juga dilatarbelakangi pula oleh perlunya upaya pengawalan, pengawasan kolaboratif atas akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan desa.

Baca Juga :  Apel Gelar Pasukan Pengamanan Idul Fitri 1445 H, Ini Kata PLH Bupati Sumedang

“Kegiatan ini bertujuan mendorong penguatan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan penyelenggaraan keuangan desa agar transparan dan akuntabel serta mendorong pembangunan SDM di desa,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memandang workshop tersebut sebagai sebuah ikhtiar agar Dana Desa (DD) benar-benar dikelola dengan baik agar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan ikhtiar bersama agar Dana Desa dikelola dengan baik, berhasil guna dan berdaya guna. Sehingga, benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Dony.

Baca Juga :  Coba Akhiri Hidupnya, Pria Nekat Naik Tower di Tanjungsari Sumedang Akhirnya Selamat

Apalagi, kata bupati, saat ini Sumedang memiliki SAKIP Desa dengan berorientasi pada hasil dan berbasis kinerja dengan menyasar terhadap tiga indikator utama atau IKU.

“IKU nya ada tiga yaitu menurunkan kemiskinan dan stunting serta meningkatkan indeks kepuasan masyarakat. Inilah sebuah inovasi yang alhamdulillah telah menjadikan Sumedang pelayanannya menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button