Hukum

Polres Sumedang Masih Hitung Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Desa Ranjeng, 17 Saksi Diperiksa

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sumedang, AKP Maulana Yusuf Bakhtiar, menyebutkan, saat ini masih dilakukan penghitungan kerugian negara terkait kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Tahun Anggaran 2018 sampai dengan 2020.

Menurutnya, hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Sumedang sudah ada keluar, namun masih dilakukan Penghitungan Kerugian Negaranya (PKN).

Baca Juga :  Polres Sumedang Ungkap Kronologi Remaja Bakar Pesantren Gegara Ditegur Ustadz

“Kalau audit sudah keluar ada, nominal sudah ada, cuma kita pastikan untuk PKN-nya, Penghitungan Kerugian Negaranya,” kata AKP Maulana Yusuf kepada Tahu Ekspres di Mapolres Sumedang, Senin (4/9)

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada 17 orang saksi. Baik dari pihak internal Desa Ranjeng maupun eksternalnya. “Untuk pemeriksaan sudah ada 17 orang, dari internal desa ada dari eksternal ada,” terangnya.

Baca Juga :  Seorang Remaja di Sumedang Tega Bakar Pesantren Gegara Ditegur Ustadz Merokok Disiang Bolong

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan pemerintahan Desa Ranjeng periode sebelumnya ini, masih dalam proses penyelidikan. Polisi masih melengkapi alat buktinya untuk memastikan kembali, kasus tersebut masuk tindak pidana atau bukan dan berapa kerugian negaranya nanti akan lebih jelas setelah alat buktinya lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button