HukumSumedang

Polres Sumedang Berhasil Menciduk 8 Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan menyatakan, satuan reserse Narkoba Polres Sumedang berhasil mengungkap sejumlah kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis Sabu, Ganja dan Tembakau sintetis selama bulan Juli hingga Agustus 2023.

“Ya selama bulan Juli hingga Agustus ini, Satres Narkoba Polres Sumedang berhasil mengungkap 5 kasus. Bahkan, berhasil mengamankan sebanyak 8 tersangka, dimana salah satunya merupakan residivis,” ucap AKBP Indra Setiawan kepada wartawan di Mapolres Sumedang Jawa Barat (Jabar), Senin (14/8/2023).

Dikatakan, terdapat 5 kasus yang berhasil diungkap diantaranya, penyalahgunaan narkotika jenis Sabu 3 kasus, jenis Sabu dan Ganja 1 kasus serta penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis hanya 1 kasus.

“Dari 5 kasus ini, sebanyak 8 orang ditetapkan sebagai tersangka yakni, 3 tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu, 2 tersangka
kasus penyalahgunaan narkotika jenis Sabu dan Ganja. Sedangkan 3 tersangka lainnya terindikasi penyalahgunaan narkotika jenis tembakau Sintetis. Bahkan, salah satu tersangka merupakan residivis dan seorang tersangka lagi masih berstatus pelajar,” ujar Kapolres.

Baca Juga :  Gandeng Polres Sumedang, Anggota LSM GMBI Jalani Tes Urine dan Digembleng Paham Radikalisme

Para tersangka itu, sambung Kapolres, berhasil diciduk dari beberapa TKP (tempat kejadian perkara) yakni, 6 orang di wilayah Jatinangor dan orang di wilayah Kecamatan Tanjungkerta.

“Kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis Sabu sebanyak 47,99 Gram, Ganja 328,49 gram dan narkotika jenis Sintetis atau yang dikenal tembakau gorila sebanyak 163,29 gram,” tuturnya.

Menurut Indra, untuk 3 tersangka penyalahgunaan narkotika jenis Sabu dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana denda maksimum.

Baca Juga :  Gandeng Polres Sumedang, Anggota LSM GMBI Jalani Tes Urine dan Digembleng Paham Radikalisme

Sedangkan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda maksimum.

“Kemudian, terhadap 2 tersangka penyalahgunaan narkotika jenis Ganja dijerat Pasal 111 ayat (1) UURI No.35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” ucapnya.

Baca Juga :  Gandeng Polres Sumedang, Anggota LSM GMBI Jalani Tes Urine dan Digembleng Paham Radikalisme

Selain itu, imbuh Kapolres, bagi 3 orang tersangka penyalahgunaan narkotika jenis tembakau Sintetis dijerat Pasal 113 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dimana pelaku diancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda maksimum.

“Modus para tersangka ini dalam menjalankan aksinya ada yang memproduksi secara home industri. Para tersangka ini melakukan transaksi dengan cara transfer. Selanjutnya dipetakan melalui Google Maps, ada juga metode transaksi tatap muka secara langsung, kemudian disimpan ditempat tertentu dengan cara ditempel. Lalu, mereka berkomunikasi dengan konsumennya melalui WhatsApp atau media sosial (medsos) lainnya,” tukas Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button