Peristiwa

Polisi Kroscek Dugaan Penyiraman Air Panas Terhadap Santri Asal Sumedang di Pesantren Majalengka

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Cimalaka telah melakukan pengecekan terhadap kasus dugaan anak yang di siram air panas di salah satu pesantren di Majalengka yang viral melalui grup Facebook ‘AKU CINTA SUMEDANG’. Diketahui identitas korban AH (10) beralamat di Kecamatan Cimalaka.

“Saat ini pihak aparat kepolisian, pemerintah Desa, Kecamatan, bersama keluarga sedang melalukan cros cek dengan mencari keterangan dari pihak pondok pesantren,” kata Kapolsek Cimalaka AKP Yudi Sadikin, saat memberikan keterangan kepada wartawan TahuEkspres, Sabtu (23/3/2024).

Yudi menerangkan kronologi sebelum pengecekan, hari Kamis tgl 21 Maret 2024 pukul 19.30 WIB telah datang dua orang perwakilan pengurus pondok pesantren ke kediaman korban dan menerangkan kepada Nenek korban bahwa korban AH (10) dipulangkan dari pondok dengan alasan sakit bisul pada bagian bokong.

“Ya menurut keterangan dari Nenek korban, awalnya pihak pesantren datang ke rumahnya dengan membawa pulang korban karena alasan sakit bisul di bagian bokong”, katanya.

Kemudian keesokan harinya tambah Yudi, sekitar pukul 09.00 WIB saat nenek korban mengecek/melihat luka cucunya (korban), dia pun terkejut dan menilai bahwa luka tersebut diduga bukan dikarenakan bisul, melainkan akibat disiram oleh air panas di pesantren.

“Keesokannya nenek korban mengecek luka di bagian bokong korban, ternyata bukan karena luka bisul, melainkan luka bakar, awalnya korban mengelak dan mengatakan luka tersebut adalah bisul, sampai pada akhirnya korban mengatakan bahwa luka itu adalah akibat dari air panas saat di pondok” tambahnya.

Setelah mendapati keterangan dari anak tersebut, neneknya melaporkan hal itu kepada ibu korban MP (50) melalui handphone, merasa berempati terhadap kabar anaknya tersebut, kemudian ibunya memposting kejadian itu pada media sosial Facebook dan menjadi viral.

“Lalu neneknya lapor kepada ibunya, dan ibunya pun memposting kejadian tersebut di media sosial sampai viral” tambah Yudi.

Saat ini Pihak kepolisian sedang mencari keterangan dari pihak pondok pesantren sehingga keterangan dan fakta yang sesungguhnya akan terbuka sehingga diharapkan akan dapat dicarikan solusi atas kejadian tersebut.

“Kami sesegera mungkin akan meminta keterangan dari pihak pesantren agar fakta sesungguhnya dari kejadian tersebut terbuka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button