Politik

NHZ Sebut Umat Islam Pemilik Saham Berdirinya NKRI, Umat Wajib Merawatnya

MAJALENGKA – Anggota MPR RI Dapil Jawa Barat IX dari Fraksi PKS, H. Nurhasan Zaidi, menggelar Sosialisasi 4 Pilar dengan tema Pancasila dan Persatuan Bangsa di Gedung Bapermin PUI, Majalengka, Senin (26/6/2023).

NHZ, sapaan akrab Nurhasan menyampaikan bahwa Umat Islam, terkhusus lagi warga PUI merupakan pemilik saham berdirinya NKRI, oleh sebab itu menjadi kewajiban bersama untuk merawat dan menjaga keberlangsungan Republik Indonesia.

Baca Juga :  PUI Usulkan BIJB Ganti Nama Jadi Bandara Abdul Halim

“Pancasila, sebagai dasar negara yang telah disepakati bersama menjadi dasar negara merupakan hasil permusyawaratan para pendiri bangsa, yang mayoritasnya merupakan wakil dari umat Islam, tokoh-tokoh pendiri PUI salah satunya,” terangnya.

Ia menjelaskan, realita saat ini kemajemukan dalam tubuh bangsa Indonesia merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari, namun rumusan dan semangat tentang persatuan dalam kebhinekaan yg kita pakai sebagai semboyan negara yakni Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu jua, menjadi dasar filosofis yang saat ini menyatukan kita.

Baca Juga :  Agenda Penting Dibalik Pertemuan Pimpinan PUI dengan Presiden Jokowi

“Sehingga memang tidak ada alasan lagi bagi kita sebagai generasi saat ini, untuk tidak turut serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang telah dicontohkan oleh para tokoh Islam pendahulu kita,” lanjutnya.

Baca Juga :  PUI Usulkan BIJB Ganti Nama Jadi Bandara Abdul Halim

Untuk membumikan Pancasila dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI, diperlukan keteladanan dari para elit untuk bisa menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan atau golongannya.

“Hal ini sangat penting, karena ketularan adalah kunci perubahan, untuk gemilangnya masa depan generasi muda dan bangkitnya Indonesia kedepan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button