Punya Figur Anak Muda Wakil Bupati, PAN Sumedang Bidik Suara Milenial Hingga Target Sapu Bersih Enam Dapil pada Pemilu 2029
Sumedang – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumedang mulai mematangkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan membidik suara pemilih generasi Z dan milenial. Bersamaan dengan itu, PAN menargetkan mampu menyapu bersih enam daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Sumedang.
Target tersebut disampaikan Sekretaris DPW PAN Jawa Barat, Ivan Fadilla, usai menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan pelantikan relawan dan pengurus DPC se-Kabupaten Sumedang di GOR Tadjimalela, Rabu (22/7/2026).
Ivan mengatakan komposisi pemilih pada Pemilu 2029 diperkirakan didominasi generasi milenial sehingga pendekatan kepada anak muda menjadi salah satu fokus PAN.
“Yang jelas, 2029 nanti mayoritas pemilih itu, berdasarkan hasil sensus, adalah milenial. Nah, jadi tentunya arahannya. Kebetulan wakil bupati kita kader PAN, anak muda, jadi beliau paham betul bagaimana cara-cara berkomunikasi yang baik dengan anak muda,” kata Ivan kepada Tahu Ekspres.
Selain menyasar pemilih muda, PAN Jawa Barat juga memasang target seluruh dapil mampu menyumbang kursi pada Pemilu 2029.
“Target PAN, nah kita kebetulan Jawa Barat ini punya target seratus persen solid, solid, solid. Nah, jadi selalu kita kumandangkan. Berharap, namanya ucapan itu kan doa. Seratus persen itu maksudnya setiap dapil terisi kursi,” ujarnya.
Saat ini PAN telah memiliki wakil di DPR RI, DPRD Jawa Barat, dan tiga kursi di DPRD Kabupaten Sumedang. Dengan enam dapil yang ada di Sumedang, partai berlambang matahari putih itu menargetkan tiga dapil lainnya juga berhasil direbut.
“Jadi alhamdulillah kalau di Kabupaten Sumedang ini kita sudah punya DPR RI, ya ada Neng Farah. Kita sudah punya DPRD Provinsi, ya Raden Teddy, dan kita sudah punya tiga dewan. Nah, sementara di sini ada enam dapil, berarti kita butuh tiga dapil lagi untuk kita isi dan perjuangkan,” katanya.
Ivan menambahkan, relawan akan menjadi ujung tombak PAN dalam memperluas basis dukungan hingga ke tingkat desa.
“Ya, alhamdulillah hari ini kita mengadakan Rakerda sekaligus pelantikan relawan Neng Farah, sekaligus juga pelantikan DPC-DPC se-Kabupaten Sumedang. Yang jelas relawan ini merupakan unsur, instrumen penting ke depannya karena mereka ini nanti yang akan menjadi ujung tombak kita di lapangan,” ucapnya.
Menurutnya, setelah kepengurusan DPC terbentuk, PAN akan melanjutkan pembentukan struktur hingga tingkat ranting dan DPRT.
“Jadi setelah DPC terbentuk, nanti akan ada ranting, akan ada DPRT, dan relawan ini yang diharapkan nanti bisa mencari simpatisan-simpatisan dan pemilih di tingkat desa-desa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Sumedang yang juga Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, mengatakan Rakerda menjadi momentum menyatukan langkah seluruh kader untuk lebih dekat dengan masyarakat.
“Intinya, dalam Rakerda hanya satu perintah dari atasan, yaitu bantu rakyat. Bagaimana ke depannya PAN ini bisa menjadi partai yang terdepan dalam membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Fajar juga mengajak seluruh kader PAN mendukung program ketahanan pangan sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden.
“Jadi, khususnya Asta Cita Pak Presiden, yaitu ketahanan pangan. Bagaimana ke depannya kader-kader PAN yang ada di Kabupaten Sumedang terus bahu-membahu menyukseskan, memakmurkan para petani, serta membahagiakan para ibu rumah tangga,” ujarnya.
Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Sumedang untuk aktif turun langsung ke tengah masyarakat.
“Dan saya pun selaku Ketua DPD PAN Kabupaten Sumedang memberikan instruksi kepada seluruh anggota dewan dari PAN yang ada di Kabupaten Sumedang untuk langsung turun ke masyarakat,” katanya.
Disinggung soal Pilkada Sumedang 2029, Fajar mengaku belum memikirkan langkah politiknya dan memilih fokus menjalankan amanah saat ini.
“Tanya Pak Bupati. Saya tidak berani berkomentar. Ya, kalau Pilkada pada intinya belum kepikiran. Berjalan saja bagaimana nanti kehendak rakyat seperti apa, kehendak partai politik seperti apa, dan juga masih banyak pertimbangan,” pungkasnya.







