Pemerintahan

Mentan RI Ajak Anak Muda Sumedang Terlibat di Sektor Pertanian 

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memotivasi kaula muda di Sumedang supaya dapat terlibat secara aktif dalam sektor pertanian di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Mentan Andi Amran saat berbincang dengann perwakilan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Sumedang pada sela-sela kunjungan kerjanya, Selasa (30/1/2024).

Andi Amran mengatakan bahwa sektor pertanian di Indonesia saat merupakan salah satu sektor yang menopang perkonomian negara sekaligus sudah terbukti membantu beberapa figur di Indonesia menjadi seorang konglomerat atau orang terkayak di Indonesia “Ada 10 konglomerat di Indonesia, itu 80% konglomerat dari sektor pertanian,” sebutnya.

Baca Juga :  Begini Alasan 8 Kotak Suara Logistik Pemilu di Jatinangor Sumedang Belum Tersegel

Ia pun mengajak generasi muda terkhusus yang ada di Sumedang supaya dapat ikut memajukan sektor pertanian di Indonesia “Kami ajak generasi z, generasi milenial, ikut sektor pertanian, kita adalah negara besar negara agraris. Terjun ke sektor pertanian dengan menggunakan teknologi tinggi dan literasi digital,” pungkasnya.

Baca Juga :  BPBD Sumedang: Waspadai Hidrometeorologi Saat Musim Hujan

Salah satu anggota Gempita Sumedang, Allika Arsyahbani, merasa senang dapat hadir di acara kunjungan kerja Mentan RI. “Aku dan temen temen influencer sebelum acara benarbenar excited dengan acara tersebut, dan alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan sesuai dengan ekspetasi. Apalagi melihat antusias dari warga sumedang yang luar biasa,” ungkapnya.

Alika pun berharap kedepannya selain untuk anak muda ikut turut andil, juga pemerintah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan petani. “Apalagi ada statement dari pak mentan bahwa mulai tanggal 30 membeli pupuk tidak sah menggunakan kartu tani tapi bisa menggunakan KTP saja,” sambungnya.

Baca Juga :  Warga Panik, Gempa Bumi Guncang Sumedang

“kalo untuk anak muda semoga anak muda bisa merubah mindset tentang bertani dan menjadi petani. karena kita bisa menjadi petani yang keren dengan smart farming,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button