Sosial

Kondisi Rumah dan Fisik Jompo Ini Mengkhawatirkan, Pemdes Mekarjaya Sumedang Bertekad Membangun Tempat Tinggal Mak Ajah Secara Representatif

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Seorang jompo lanjut usia (lansia), Mak Ajah (80) warga Dusun Pamarisen, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), hidup dalam kondisi penuh keprihatinan. Terlebih, Mak Ajah telah diterlantarkan anak-anak nya sejak 5 tahun yang lalu.

Mak Ajah diketahui memiliki 3 orang anak laki-laki. Dua anaknya tinggal di luar Kabupaten Sumedang. Sedangkan satu orang lagi tinggal di Hariang Buahdua, Sumedang.

Akan tetapi, entah apa alasannya, hingga saat ini ketiga anaknya enggan untuk menengok Mak Ajah.

Kepedihan hidup Mak Ajah tidak sampai disitu. Selain usianya yang sudah semakin menua, Mak Ajah juga harus rela hidup dengan kedua mata yang tidak bisa melihat atau buta.

Baca Juga :  PBV Raja Giung Asal Tanjungsari Raih Juara Turnamen Voly PAC Pemuda Pancasila Cup 3 U20 se-Wilayah VI Sumedang

Sehingga, dengan keterbatasannya itu, ia pun kerap mengalami kesulitan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selama ini, Mak Ajah tinggal di dalam sebuah rumah berukuran 5×5 meter persegi. Dan hidup bergantung kepada kerabat dan tetangganya.

Benar saja, saat dikunjungi wartawan, tampak jelas kondisi rumah tempat tinggal Mak Ajah sudah dalam keadaan rusak dan tidak layak untuk dihuni.

Bahkan, separuh dari rumahnya terpaksa harus dirobohkan oleh warga setempat yang betul-betul memperhatikan terhadap kondisi Mak Ajah. Karena khawatir akan mengancam keselamatan jiwa Mak Ajah.

“Ya, terpaksa kami bongkar karena kondisinya dinilai sudah berbahaya. Setiap hujan, air sudah masuk ke rumah,” ujar salah seorang kerabatnya Sopian, Jum’at (4/11/2022).

Baca Juga :  Jum'at Curhat di Cibugel Sumedang Jadi Sarana Berbagi Informasi dan Edukasi antara Polisi dengan Masyarakat

Disisi lain, Sopian beserta warga yang lainnya mengaku siap untuk memperbaiki rumah Mak Ajah. Hanya saja, untuk memperbaiki rumah Mak Ajah butuh biaya yang tidak sedikit.

“Yang penting biar lebih aman kedepannya, bangunan rumah Mak Ajah harus menggunakan baja ringan. Mungkin kalau dihitung-hitung butuh sekitar Rp 15 jutaan lebih,” tandasnya.

Di kesempatan itu, Kepala Desa (Kades) Mekarjaya Awandi Nopyan membenarkan, bahwa keberadaan Mak Ajah sudah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosia (DTKS). Bahkan, secara intens Mak Ajah telah mendapat berbagai bantuan program dari Pemerintah seperti, Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM hingga perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Baca Juga :  PKS Usung Aher Jadi Kandidat Cawapres 2024

“Namun demikian, viralnya kondisi Mak Ajah di sejumlah media online akan dijadikan evaluasi. Sehingga, kepedulian Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarjaya terhadap keluarga pra sejahtera atau keluarga miskin hingga jompo akan semakin lebih di optimalkan,” terangnya.

Olehsebab itu, Kades melanjutkan, Pemdes Mekarjaya berikut Pak Camat Sumedang Utara bertekad akan merenovasi kembali kondisi rumah Mak Ajah.

“Insya Allah, secepatnya kami akan membangun kembali dengan kondisi rumah yang lebih layak lagi kedepannya atau representatif,” tandas Kades Mekarjaya, Suwandi Nopyan didampingi Camat Sumedang Utara, Asep Aan Dahlan. (*)

 

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button